Balok Latei Adalah: Definisi, 7 Fungsi dan Cara Menghitungnya

Terakhir Diperbarui: 13 June 2024
Penulis:
Dilihat:
Daftar Isi

Dalam konstruksi bangunan, seringkali kita menemukan beberapa komponen bangunan yang berguna untuk memperkuat kusen atau bagian atas dari pintu dan jendela. Bagian ini disebut dengan balok lintel atau balok latei. Balok latei sangat berguna bagi konstruksi beton bertulang pada pintu dan jendela.

Balok latei dapat Anda lihat dari bentuknya yang berupa balok horizontal pada bukaan pintu ataupun jendela. Banyak orang sering kali mengira bahwa balok latei dan kusen adalah sama. Padahal keduanya berbeda dan memiliki fungsinya masing-masing.

Balok latei berperan dalam menyangga beban dan menyebarkan beban tersebut pada dinding sekitar supaya lebih merekat dan tidak mudah retak atau patah dari sambungan dinding. Balok latei memberikan dukungan esensial dan struktural bagi ketahanan pintu dan jendela.

Dalam artikel ini, Anda akan mengenal lebih dalam terkait balok latei mulai dari pengertiannya, fungsi, hingga metode pemasangan dan cara menghitung volume balok latei sebelum melakukan pemasangan. Berikut adalah penjelasannya.

Pengertian Balok Latei

Secara umum, balok latei adalah komponen bangunan berbentuk balok yang mendukung struktur beton bertulang pada bagian atas pintu dan jendela yang vertikal, untuk mendukung dan merekatkan sambungannya dengan dinding. Lebih tepatnya juga menyangga beban pintu dan jendela tersebut secara horizontal.

Sehingga secara spesifik, balok latei adalah komponen konstruksi yang khusus untuk merekatkan bagian pada atasan pintu dan jendela pada dinding sekitar. Biasanya balok latei akan menyesuaikan sesuai dengan jenis pintu dan jendela pada bangunan.

Dengan menyesuaikannya sesuai dengan jenis pintu atau jendela, bagian atas pintu dan jendela tersebut akan lebih tahan lama dan tahan keretakan pada dinding.

Jenis Balok Latei

Oleh karena itu, ada beberapa jenis berdasarkan bahan material dan jenis instalasi pintu atau jendela. Namun ada 2 jenis besar balok latei menurut bahan membuatnya. Berikut artikel ini akan menjelaskan 2 jenis besar balok latei.

1. Besi Beton

Adalah jenis yang tulangan atau kerangka dasar dari balok latei adalah besi beton. Umumnya kerangka dasar ini berukuran 8 milimeter. Besi beton harus lebih kecili. Karena jika besi beton lebih besar, maka pemasangannya tidak akan efektif. Hal ini karena luasan dari tulangan harus delapan persen dari luas permukaan beton.

2. Bata Rootlag

Adalah jenis balok latei yang berbahan dasar bata rootlag. Pemasangan dan pembuatannya terbilang lebih mudah dari jenis besi beton. Jenis ini memiliki fungsi utama untuk membuat pasangan bata rootlag pada bagian atas kusen yang berukuran 30 cm dari ukuran kusen jendela atau pintu. Dengan berbahan air, semen, kusen, dan bata, pembuatan bata rootlag tergolong cukup mudah dan singkat.

Umumnya balok latei berukuran sekitar 15 x  15 cm setelah melalui finishing berupa plester dan aci. Sehingga ukuran harus sama dengan batu bata sekitarnya. Sementara finishing berupa plester dan aci akan menyesuaikan, umumnya sekitar 2 cm lebih tebal daripada ukuran bata yang lainnya.

Fungsi Balok Latei

Dari spesifikasi dan karakteristik dari balok latei, ada banyak fungsi yang bermanfaat bagi bangunan dan konstruksi. Berikut adalah tujuh fungsi utama pada menurut kegunaannya, terutama pada kerangka pintu dan jendela bangunan Anda.

1. Melindungi Bagian Kusen Pintu dan Jendela

Balok latei adalah komponen yang dapat melindungi kusen pada pintu dan jendela dari keropos. Kusen pada pintu dan jendela akan lebih merekat dan selain itu juga tahan lama sehingga tidak mudah keropos akibat tekanan suhu dan cuaca, maupun hewan seperti rayap dan semut.

2. Struktur Dinding Rumah Menjadi Sangat Kokoh dan Kuat

Dengan merekatkan struktur kusen dan dinding bangunan, struktur dinding akan lebih kuat dan menyatu. Sehingga akan lebih mudah untuk merawat dan memperbaiki dinding dan dinding tidak akan mudah keropos.

3. Penahan Pada Pintu Utama Bangunan

Pintu utama pada suatu bangunan akan lebih kuat dan tidak mudah roboh atau keropos pada bagian kusennya karena tekanan suhu dan waktu. Apabila pintu utama tidak memasangnya disekitar kusennya, Anda harus mengeluarkan banyak dana untuk merawat dan memastikan pintu utama tidak rusak.

4. Mentransfer Semua Beban Pada Dinding

Karena bersifat merekatkan dan menyambung bagian pintu dengan dinding, semua beban pada pintu dan kusen akan berpindah ke dinding. Sehingga kusen atau pintu yang dipasangi akan lebih kuat dan bersinergi pada dinding sekitarnya.

5. Menahan Beban Penggunaan Balok Atau Batu Bata

Bagian atas akan ditopang oleh balok ini sehingga beban yang seharusnya mengarah langsung oleh kerangka pintu atau jendela akan terlindungi oleh balok latei. Fungsi balok latei inilah yang akan membuat pintu lebih awet dan bebas dari tekanan.

6. Kerusakan Tembok Bisa Diminimalisir

Tembok dan dinding sekitar pintu akan sulit untuk rusak karena semua tekanan akan mengarah ke balok latei daripada langsung menuju dinding sehingga tembok dan dinding lebih tahan lama dan bahkan tahan gempa.

7. Memperkuat Kusen Pintu dan Jendela

Karena pemasangan balok latei yang berdampingan dengan kusen pintu atau jendela, akan mendukung dan memperkuat fungsi kusen sebagai penyangga pintu dan jendela. Sehingga kusen akan lebih tahan lama dan tidak mudah keropos. Anda akan lebih mudah merawat kusen pintu atau jendela dengan adanya balok latei.

Metode Pemasangan dan Penghitungan Balok Latei

Untuk memasang sebuah balok latei, perlu adanya presisi dan ketelitian. Karena jika pemasangan balok latei terlalu panjang atau terlalu pendek, akan tidak sesuai dengan konstruksi kusen maupun pintu dan jendela. Ini malah akan menyebabkan kerusakan dan pintu atau jendela akan lebih cepat keropos dan runtuh.

Berikut adalah Metode pemasangan dan penghitungan balok latei.

1. Menentukan Beban yang Ditopang

Metode yang pertama adalah menentukan beban. Terdiri dari beban mati, beban hidup, dan beban dinamis. Beban mati merupakan beban yang merupakan bawaan dari kusen dan pintu. Sementara beban hidup adalah beban yang berubah ubah seperti manusia, sementara beban dinamis adalah beban beban akibat gempa bumi.

2. Menentukan Rentang Balok Latei

Kemudian menentukan rentang balok latei adalah langkah atau metode kedua yang digunakan untuk menentukan rentang balok latei. Dengan panjang sebesar 30 cm dan rata pada bagian kanan maupun kiri. Tujuannya adalah memastikan rentang balok sesuai dengan syarat dan ketentuan.

3. Menghitung Dimensi Balok Latei

Menghitung dimensi menggunakan rumus yang bernama rumus SNI 03-2017 tentang beton bertulang untuk menghitung balok latei. Berikut adalah rumusnya.

a) Rumus untuk Menghitung Muatan Balok Latei

  • Beban mati (BM): BM = DL x g
    • DL: Beban mati per satuan panjang (kN/m)
    • g: Percepatan gravitasi bumi (9,81 m/s²)
  • Beban hidup (BL): BL = QL x g
    • QL: Beban hidup per satuan panjang (kN/m)
  • Beban total (Muatan): Muatan = BM + BL

Penutup

Demikian penjelasan tentang balok latei beserta pengertian, fungsi, dan metode menghitungnya. Balok latei adalah komponen bangunan yang paling penting dalam mempertahankan ketahanan dinding, pintu, dan jendela. Semakin baik pemasangan balok latei, semakin tahan lama sebuah kusen.

Selain balok latei. Hal lain yang dapat mempercantik bangunan adalah asbes. Anda dapat memasang asbes pada plafon untuk memberikan kesan tahan lama. Dalam hal ini percayakan pada Adimas. Kami menyediakan asbes dengan berbagai jenis untuk kebutuhan bangunan Anda.

Asbes kami berasal dari bahan yang kuat dan tahan lama. Serta efektif dalam segala tipe bangunan. Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut.

Rekomendasi Artikel Terkait