Beton Bertulang: Definsi, Struktur, Prinsip & 4 Kelebihan

Published: 7 February 2023
Author:
Daftar Isi

Dalam pembuatan struktur bangunan terdapat tahap dan teknik memastikan bahwa bangunan yang akan didirikan dapat bertahan lama dengan pondasi yang kuat. 

Salah satu teknik yang dipakai dalam konstruksi bangunan adalah dengan menggunakan pemakaian pondasi yang kuat. Memastikan pondasi kuat dapat dengan memasang beton bertulang.

Beton bertulang adalah salah satu teknik dimana terdapat penggabungan antara beton yang memiliki pondasi elastis dan tidak terlalu kuat ditambah dengan pondasi beton yang memiliki ketahanan sangat kuat.

Jika dua beton tersebut digabungkan maka akan menciptakan beton yang kuat serta elastis. Dengan ini , hasil akhir rancangan beton akan lebih memiliki kualitas tinggi dan tahan lama dalam pembangunan baik rumah atau gedung dan bangunan sejenis lainnya. 

Pengertian Beton Bertulang

Beton bertulang adalah bangunan pondasi yang memiliki struktur kandungan serbaguna dengan material modern. Bagian ini juga dapat disebut juga dengan reinforced concrete. 

Pada beton bertulang, terdapat gabungan antara beton tahan dengan besi dan baja. Jadi, beton bertulang adalah gabungan material antara komposit dari beton dimana juga tahan dengan tekanan atau kompresi dan besi serta baja dimana tahan juga terhadap tegangan yang diberikan dari bangunan itu sendiri. 

Beton bertulang terbuat dari campuran semen bertulang atau dalam hal ini merujuk pada material komposit dimana ketahanan dan kekuatan diberikan dari beton merupakan relatif rendah. Hanya saja pada beton bertulang terdapat tambahan material yaitu tulangan yang memiliki kekuatan dan ketahanan lebih tinggi dibandingkan dengan beton biasa. 

Sejarah Beton Bertulang 

Francois Coignet dari Prancis merupakan pembangun pertama beton bertulang pada tahun 1853. Rumah yang dibuat Coignet memiliki empat lantai di beberapa titik daerah Rue Charles Michels, tepatnya berada di pinggiran kota Paris. 

Dengan lahirnya beton bertulang oleh Coignet menujukan bahwa terdapat tambabhan ketahan dan kekuatan pada gabungan beton. Ia juga menambahkan bahwa ini untuk menjaga agar dinding tetap berdiri kokoh dan tegak. 

Pada tahun 1854, terdapat pula seorang insinyur berasal dari Inggris dimana menambahkan kekuatan dan ketahanan pada lantai beton di sebuah rumah. Insinyur tersebut bernama William B. Wilkinson, membangun rumah dua lantai pada saat itu. 

Pada bentuk bangunan beton di rumah dengan dua lantai ini, menampilkan posisi penguatan sebagai pendahuluan supaya sebagai daya regang pada bangunannya. 

Baca Juga: 5 Elemen Struktur Bangunan dan Tips Pembuatan yang Efektif

Struktur Beton Bertulang 

gambar beton bertulang
(Foto: Pexels)

Terdapat struktur beton yang menjadi beberapa poin penting untuk diperhatikan sehingga beton hasil akhir dengan kekuatan dan ketahanan yang tinggi. Berikut beberapa poin pada struktur beton bertulang!

1. Balok Beton 

Salah satu contoh gambar balok beton yang belum dipasang, disusun di tanah
Gambar balok beton/ Pinterest

Balok beton adalah elemen struktural yang digunakan untuk menahan beban dan mendistribusikannya ke kolom atau dinding. Balok biasanya memiliki bentuk persegi panjang dan terbuat dari campuran beton yang kuat. Balok beton bertulang memiliki tulangan baja yang ditempatkan di dalamnya untuk memberikan kekuatan tambahan dan mencegah retak saat terkena gaya tarik.

2. Plat Beton 

Contoh gambar plat beton yang berbentuk horizontal sedang dirapikan
Gambar Plat Beton/ Pinterest

Plat beton, juga dikenal sebagai pelat, adalah elemen datar yang digunakan sebagai lantai, atap, atau dinding. Plat beton ini terdiri dari beton yang diperkuat dengan tulangan baja yang ditempatkan di dalamnya. Plat jenis beton mampu menahan beban yang diterapkan kepadanya dan mendistribusikannya ke struktur di bawahnya.

3. Kolom Beton 

Contoh dari gambar kolom beton yang disusun menggunakan tiang tiang baja
Kolom beton/ Pinterest

Kolom beton adalah elemen vertikal yang berfungsi untuk menahan beban vertikal dan mendukung struktur di atasnya. Kolom terbuat dari beton yang kuat dan bertulang dengan tulangan baja yang ditempatkan secara spiral atau vertikal di sekitar kolom. Kolom beton bertulang memberikan kekuatan dan kestabilan yang diperlukan agar struktur dapat menahan beban vertikal dengan aman.

4. Tulangan Beton 

gambar tulangan beton dimana struktur besi menyatu dengan beton
Gambar tulangan beton/ Pinterest

Tulangan memiliki struktur dimana menyatu dengan beton. Dalam hal ini, tulangan memiliki kekuatan dan ketahanan yang tinggi dan juga tahan panas dan air sehingga dapat menunjang beton sehingga kokoh. . Tulangan baja yang ditempatkan secara strategis dalam beton bertulang membantu mencegah retak dan memperkuat struktur secara keseluruhan.

Prinsip Dasar Beton Bertulang

Konsep dasar atau prinsip dasar struktur beton bertulang adalah menggabungkan beton dan tulangan baja untuk menciptakan struktur yang kuat dan tahan lama. Berikut penjelasan rinci tentang konsep dasar struktur beton bertulang:

1. Kekuatan Komposit

Prinsip dasar yang pertama adalah memanfaatkan kekuatan komposit antara beton dan tulangan baja. Beton memiliki kekuatan tekan yang baik, sedangkan baja memiliki kekuatan tarik yang tinggi. Dengan menggabungkan kedua bahan ini, struktur beton bertulang mampu menahan beban kompresi dan tarik secara efektif.

2. Distribusi Beban

Struktur pada beton bertulang atau atap beton bertulang dirancang untuk mendistribusikan beban yang diterapkan secara merata ke seluruh elemen struktural. Beton bertulang menggunakan balok, plat, kolom, dan elemen struktural lainnya untuk menyebar beban dan mengurangi tekanan pada setiap titik. Distribusi beban yang merata membantu mencegah kegagalan struktur dan memastikan kinerja yang aman.

3. Penguatan Tulangan Baja

Tulangan baja ditempatkan di dalam struktur beton untuk meningkatkan kekuatan tarik dan menahan gaya tarik yang dapat menyebabkan retak. Tulangan baja bertanggung jawab dalam menyebarkan gaya tarik secara merata ke seluruh struktur. Dengan adanya tulangan baja, struktur beton bertulang menjadi lebih tahan terhadap gaya eksternal dan mampu menahan deformasi yang terjadi akibat beban.

Dengan mengikuti prinsip dasar ini, desainer dan insinyur dapat merancang struktur yang kokoh, tahan lama, dan aman. Konsep ini memungkinkan struktur untuk menahan beban dengan efisien, mengurangi risiko kerusakan, dan memastikan keandalan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Pondasi Cakar Ayam: Pengertian, Kelebihan & Cara Membuat

Fungsi Beton Bertulang

Seperti yang diketahui, beton adalah bahan relatif rapuh yang kuat di bawah kompresi tetapi kurang kuat dalam gaya tarik. Beton polos tanpa tulangan kurang baik dalam menahan tegangan karena getaran, beban angin terutama untuk banyak struktur.

Oleh karena itu perlu memasangkan tulangan sebelum pemasangan beton polos. Pemasangan tulangan bertujuan untuk menahan tegangan pada area tertentu yang dapat menyebabkan keretakan.

Untuk meningkatkan kekuatan keseluruhannya, maka Anda dapat menambahkan batang baja, kawat, jaring atau kabel yang ditanam di beton sebelum dipasang. 

Kelebihan Beton Bertulang 

Terdapat beberapa kelebihan beton bertulang jika dibandingkan dengan beton pada umumnya atau jenis beton lainnya. Kelebihannya tersebut menjadikan salah satu keunggulan dan ciri khas yang dimiliki oleh beton jenis ini sendiri. Simak artikel di bawah ini untuk lebih lanjutnya. 

1. Perawatan Mudah 

Keunggulan pertama pada beton bertulang yaitu bahannya yang mudah dicari, praktis dan mudah untuk dirawat sehingga dapat tetap memiliki kualitas seperti baru dipasang. 

2. Tahan Terhadap Bahan Air dan Api

Material yang dimiliki pada beton ini tidak akan mudah rusak jika terjadi bencana. Bencana seperti kebakaran saat terkena api dan kebanjiran saat terkena air, bahan beton tidak akan mudah karatan dan rusak. 

3. Kuat Tekan Tinggi

Perlu diketahui bahwa terdapat kelemahan dalam tekanan tarik dalam beton. Hanya saja dalam hal ini tidak mempengaruhi kualitas dalam segi kekuatan dan tekanan pada beton. Tekanan pada beton yang tinggi memungkinkan beton menghasilkan kualitas yang tahan lama. 

4. Biaya Terjangkau 

Bahan baku dasar pembuatan beton bertulang yaitu air, pasir, dan semen, batu kerikil. Dalam hal ini berarti bahan-bahan pembuatannya cukup terbilang mudah ditemukan di Indonesia karena terbuat dari bahan baku lokal. 

Baca Juga: Apa itu Bekisting, Fungsi, Jenis, Syarat dan Perawatannya

Kekurangan Beton Bertulang 

Tidak hanya kelebihan, tetapi terdapat kekurangan pada penggunaan beton bertulang satu ini. Hanya saja kekurangan bukan menjadi suatu hambatan dan sangat menurunkan kualitas dari pembangunan beton, tetapi menjadikan ini salah satu informasi sebagai upaya menghindari cacat pada pemasangannya.  

1. Memerlukan Ruang yang Luas 

Dalam struktur bangunan beton bertulang memiliki rangka yang berbentuk persegi dengan jarak masing-masing berjauhan luas satu sama lain. Ini menyebabkan penampilan atau hasil akhir dari beton lebih besar dari ukuran beton pada biasanya. 

2. Membutuhkan Penunjang Kompleks 

Pada proses pemasangan beton akan membutuhkan beberapa penunjang demi ketahanan hasil akhir dari beton. Pada hal ini, membutuhkan penahan saat proses pengeringan. 

3. Rentan pada Penurunan Kualitas

Yang dimaksud rentan di sini adalah jika pada saat proses pembuatan beton, dimana pencampuran material beton seperti air, kerikil dan pasir tidak sempurna, maka akan mudah terjadi penurunan kualitas beton. Maka dari itu, pada proses pencampuran merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. 

4. Durasi Pengerjaan Lama 

Karena merupakan proses yang memerlukan kematangan dan perhatian dalam pengerjaanya maka dalam hal ini proses pembuatan beton terbilang cukup lama. 

Kesimpulan 

Beton bertulang merupakan salah satu jenis beton dan cara penting dalam proses konstruksi sebuah bangunan. Demi menghasilkan kualitas yang tinggi serta memaksimalkan hasil akhir beton yang kuat dan tahan dalam cuaca manapun, perlu mempelajari komponen, kelebihan dan kekurangan pada beton bertulang. 

Selain menghadirkan artikel, kami hadir dengan berbagai produk asbes dengan kualitas tinggi yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Anda dapat menggunakan asbes datar dari Adimas untuk kebutuhan bahan bangunan Anda.

Rekomendasi Artikel Terkait