Prinsip Arsitektur Neo Vernakular, 8 Contoh dan Ciri-cirinya

Terakhir Diperbarui: 4 September 2023
Penulis:
Dilihat:
Daftar Isi

Arsitektur neo vernakular tidak asing dalam dunia arsitek dan pembangunan. Lalu, pernahkan Anda melihat sebuah bangunan megah dengan arsitektur yang out of the box? Jika iya, itu adalah salah satu implementasi dari gaya arsitektur ini. 

Sekilas tampilan gedung yang menggunakan konsep ini lebih mengarah pada kolaborasi dua unsur yang berbeda yaitu post modern dan vernakular yang identik dengan gaya tradisional. Simak selengkapnya di artikel ini.

Apa Itu Arsitektur Neo Vernakular

Menurut Jurnal Arsitektur Zonasi, arsitektur neo vernakular adalah salah satu konsep dari aliran post modern. Arsitektur neo vernakular adalah gabungan dari dua konsep berbeda yaitu modern dan vernakular. Neo vernakular menginterpretasikan arsitektur vernakular.

Tradisi atau adat istiadat yang melekat pada lingkungan bangunan atau budaya memunculkan kreativitas dalam desain bangunan. Diharapkan dengan model seperti ini, bangunan tersebut menjadi simbol dan ciri khas dalam melestarikan unsur-unsur lokal yang terbentuk secara empiris oleh sebuah tradisi sehingga dikenal oleh masyarakat luas.

Jenis arsitektur neo vernakular ini lebih mempertimbangkan kaidah normative, peran, serta budaya lokal dalam kehidupan masyarakat luas terhadap keselarasan dan keseimbangan antara bangunan, lingkungan, dan alam.

Prinsip Arsitektur Neo Vernakular

Berikut adalah beberapa prinsip desain arsitektur neo-vernakular yang perlu Anda pahami:

  1. Hubungan langsung, yakni pembangunan kreatif dan adaptif terhadap arsitektur setempat yang sesuai dengan nilai atau fungsi dari bangunan sekarang. 
  2. Hubungan abstrak adalah hubungan yang melibatkan interpretasi pada bentuk bangunan melalui analisa tradisi budaya dan peninggalan arsitektur.
  3. Hubungan lansekap, hubungan ini mencerminkan dan menggambarkan lingkungan seperti kondisi fisik, topografi beserta iklim.
  4. Hubungan kontemporer, mencakup kreativitas, kolaborasi dengan penggunaan teknologi, ide yang relevan dan program konsep arsitektur.
  5. Hubungan masa depan, pertimbangan dalam mengkondisikan apa yang akan datang.

Ciri-Ciri Arsitektur Neo Vernakular

Setiap bangunan tentu memiliki ciri khas yang bisa dilihat dari bentuk dan desain yang terbentuk. Inilah ciri-ciri arsitektur neo vernakular, antara lain:

  1. Bentuk dan lengkung terinspirasi dari unsur budaya, lingkungan, dan bentuk fisik arsitektural.  
  2. Bangunan dengan desain tersebut selalu mencerminkan gaya dan desain sesuai kultur budaya tanpa meninggalkan sisi modern. 
  3. Perancangan bangunan itu sendiri menerapkan prinsip bangunan vernakular berbentuk non fisik ataupun fisik.
  4. Elemen fisik yang diterapkan dalam bentuk modern, dan elemen non-fisik seperti pola pikir, kepercayaan, religi dan sebagainya.

Baca juga:
10 Model Rangka Atap Baja Ringan Terbaik untuk Rumah Anda
Kenali Bubungan Atap & 5 Jenisnya Untuk Bangun Rumah Ideal
Desain Interior: Pengertian, Sejarah, Elemen, dan Contohnya

Contoh Arsitektur Neo Vernakular

contoh bangunan arsitektur neo vernakular
(Foto: Unsplash)

Berikut adalah contoh arsitektur neo vernakular yang telah berdiri megah di belahan dunia.

1. Bandara Nasional Soekarno-Hatta

Bandara internasional soekarno berada di kawasan sub urban kota Jakarta. Bangunan ini dirancang oleh Paul Andreu. Sebagian besar berkonstruksi tiang dan balok yang terekspos. Pengunjung merasakan udara alami dan sinar matahari. Ruang tunggu terinspirasi dari Joglo sehingga ruangan menjadi lebih sejuk dan dingin. 

Dari tampilan fasad, ia memang terlihat menggunakan konstruksi Jawa dengan kolom-kolom klasik namun terlihat modern. Selanjutnya tangga konvensional dengan warna natural juga menunjukkan kekhasan rumah Joglo. 

2. Bandara Internasional Kuala Lumpur

Bandara internasional Kuala Lumpur berkapasitas 25 juta orang dalam rencana pengembangan dibuat jalur penghubung antara Kuala Lumpur dengan pusat kota. 

Lahan seluas 10.000 ha rancangan Dr. Kisho Kurokawa Airport yang terletak di Kuala Lumpur, Malaysia ini berkapasitas 25 juta orang dalam rencana pengembangannya akan dibuat jalur penghubung antara Kuala Lumpur dengan pusat kota. 

Beliau merancang airport tersebut dengan perpaduan identitas nasional Malaysia secara high-tech karena memang mencerminkan Malaysia yang modern. 

Bandara tersebut menjadi kebanggaan Nasional Malaysia karena menjadi pusat perhatian pertama ketika penumpang apalagi turis mancanegara berkunjung ke negara tersebut. Arsitek neo vernakular ini menonjol pada bentukan dan material atap melengkung mencerminkan nuansa islami dan vernakular namun masih dengan sentuhan modern.

3. Pusat Informasi Turis Asakusa

Arsitektur neo vernakular selanjutnya adalah pusat turis Asakusa karya Kengo Kuma, diadakan pada tahun 2008 oleh pemerintah Distrik Taito serta 300 peserta. Bangunan tersebut terletak di seberang kuil Shinto, Kuil Kinzuran yang merupakan objek wisata di Asakusa. 

Karya kengo kuma adalah interpretasi arsitektur neo vernakular dari Machiya. Machiya adalah townhouse tradisional Jepang dengan tampilan fasad sempit dan memanjang ke belakang. 

4. Pusat Interpretasi Mapungubwe

Mapungubwe Interpretation Centre atau pusat interpretasi Mapungubwe terletak di Afrika Selatan, serta masuk ke dalam karya Peter Rich. Bangunan ini masuk ke dalam UNESCO World Heritage Site yang memiliki kekayaan flora dan fauna terbesar di Afrika. Daerah ini merupakan kawasan bekas tambang emas pertama di Afrika. 

Kubah lengkung tersebut mengadaptasi dari sistem konstruksi yang sudah berumur 600 tahun dalam menciptakan bangunan low-cost dan ramah lingkungan. Material utama bangunan ini antara lain batu paras,ubin, serta kayu jenis mopane. 

5. Museum Geopark Batur

Bila Anda berkunjung di Batur, tidak ada salahnya Anda berkunjung ke  Museum Geopark yang memiliki bentuk Neo Vernakular. Bangunan tersebut terinspirasi dari konsep tradisional Bali yaitu Meru. Museum tersebut pengunjung dapat mengetahui sejarah dan informasi dari Gunung Batur.

UNESCO telah memperkenalkan dan mengembangkannya menjadi konsep arsitektur sekaligus sebagai edukasi dan pengembangan sosial ekonomi.

6. Teater Nasional Malaysia

Teater nasional Malaysia adalah sebuah sarana kebudayaan yang terletak di Kuala Lumpur Malaysia. Bangunan tersebut memiliki auditorium dan panggung pertunjukan. Bangunan ini didesain oleh arsitek Malaysia bernama Muhammad Kamar Ya’akub menggunakan struktur lipatan atap yang bertumpang-tumpang. 

Karya ini berhasil menarik perhatian pengamat dunia arsitektur terutama karena penggunaan material atap yang berwarna biru kehijauan terbuka melalui elemen modern ruang terbuka di luar bangunan.

Karya arsitektur neo vernakular adalah representasi  Budaya Malaysia dan menjadi wadah pelestarian budaya dalam arsitektur kekinian. 

7. Bandara Internasional Minangkabau

Provinsi Sumatera Barat merupakan interpretasi dari bangunan berkonsep arsitektur neo vernakular, menjadi tempat lepas landas pesawat udara yang mencapai 1, 3 juta. Bandar udara ini merupakan bandara udara pertama yang memiliki nama etnik provinsi Sumatera Barat yaitu Minangkabau.

Bandara tersebut mengikuti konsep bangunan tradisional Minangkabau yang menggunakan atap bagonjong dengan puncak atapnya runcing menyerupai tanduk kerbau. Pada awal pembangunannya, ia masih terbuat dari ijuk, namun seiring berjalannya waktu ia berganti dengan atap seng,

Arsitektur neo vernakular dipadukan dengan material modern menjadikan bandara Internasional Minangkabau terlihat modern namun masih tetap menonjolkan khas daerah Minangkabau yang terletak pada atapnya

8. Donald Bren School of Environmental Science & Management

Di luar sana ada sekolah Donald Bren di University of California. Gedung tersebut mengambil tema lingkungan hijau dan halaman luas untuk interaksi sosial dan membuat transisi antara indoor maupun indoor.

Sekolah ini juga memanfaatkan penerangan alami sebagai pengganti lampu buatan, sementara koneksi pandangan lebih meningkatkan bangunan lanskap. Dengan adanya jendela opera dan teknologi tinggi, sekolah Bern menampilkan sebagaimana kota California berasal. 

Untuk mengefisiensi penggunaan energi, gedung tersebut didesain untuk mengambil cahaya alami sebagai pengganti lampu buatan sehingga terdapat ruang yang lebih leluasa untuk meningkatkan bangunan sebagai lanskap.

Bangunan ini tidak memiliki AC namun ventilasi dengan jendela alami dengan kata lain Tujuan dari konsep tersebut adalah untuk penghematan energi.

Kesimpulan

Arsitektur neo vernakular adalah sebuah gabungan dari dua konsep berbeda yaitu modern dan vernakular. Contoh bangunan yang harus Anda ketahui di Indonesia adalah bandara nasional Soekarno-Hatta, bandara internasional Minangkabau, selain itu tersebar di beberapa negara. 

Dari penjabaran di atas, kita mengetahui jika arsitektur neo vernakular memiliki nilai-nilai dan unsur budaya bisa diaplikasikan pada sebuah bangunan sehingga menjadi ciri khas yang mencolok dari budaya yang dianut pada daerah setempat.

Demikian penjelasan mengenai arsitek neo vernakular untuk menambah pengetahuan Anda. Selain menghadirkan artikel terbaru Anda dapat menggunakan asbes gelombang milik Adimas untuk menjadikan bangunan Anda kokoh dan tahan lama.

Rekomendasi Artikel Terkait