Mengenal Arsitektur Jengki Sebagai Gaya Arsitektur Indonesia

Published: 6 February 2023
Author:
Daftar Isi

Seiring perkembangan nya zaman menjadi semakin kompleks, maka tatanan sistem dalam masyarakat tentunya akan juga mengikuti. Terdapat perbedaan gaya dalam arsitektur tiap tahunnya.

Ini dinamakan trend yang sedang marak pada waktu tertentu. Tentu nya pada saat ini terdapat trend dimana arsitektur lebih berfokus pada gaya arsitektur jengki. 

Arsitektur jengki merupakan salah satu gaya arsitektur pada bangunan. Ini banyak dicari dan digemari oleh banyak kalangan developer karena bentuknya yang berbeda dan bersifat lebih modern. 

Pengertian Arsitektur Jengki

Arsitektur jengki adalah salah satu gaya arsitektur pada bangunan Indonesia. Setelah kemerdekaannya, Indonesia menciptakan gaya arsitektur modern pasca perang yang dikenal sebagai Jengki, juga dikenal sebagai gaya Yankee. Mode sedang populer dari akhir 1950-an hingga awal 1960-an.

Setelah berabad-abad di bawah kendali kolonial Belanda, gaya Jengki dalam arsitektur Indonesia mewakili pengaruh Amerika Serikat yang muncul. Itu bisa dilihat sebagai pemandangan tropis di pinggiran kota Amerika yang dirancang oleh arsitek modernis setelah Perang Dunia II.

Arsitek pribumi bernama Johan Silas berhipotesis bahwa desain unik ini merupakan manifestasi dari liberalisme politik rakyat Indonesia, yang menghasilkan gaya yang terpisah dari apa yang diciptakan Belanda.Untuk mengenal lebih dalam mengenai sejarah arsitektur jengki, kita akan bahas di bawah ini. 

Sejarah Arsitektur Jengki

Gaya arsitektur jengki sudah ada sejak zaman dahulu, lebih tepatnya pada tahun 1950 an sampai pada tahun 1970 an. Gaya ini merupakan salah satu gaya arsitektur yang populer pada zamannya,

Seiring berjalannya waktu, ternyata arsitektur jengki juga mulai populer kembali di zaman modern ini. Alasannya adalah karena gaya kontemporer yang unik menjadi daya tarik utama pada arsitektur jenis ini. 

Sebenarnya salah satu alasan lahir nya gaya desain seperti jengki nii merupakan salah satu bentuk perlawanan dari adanya gaya arsitektur eropa. 

Dimana pda arsitektur eropa terdapat bentuk ke barat baratan. Bentuk perlawanan ini dilakukan karena masih banyak dari kalangan masyarakat luas yang memiliki pandangan bahwa bentuk gaya banguna seperti itu merupakan ciri khas dari adanya penjajahan. 

Karakteristik tersendiri dari arsitektur jengki adalah gaya desain pintu serta jendela dimana ketinggian nya tidak terlalu memanjang ke atas. Tetapi lebih difokuskan pada bentuk atap dan nuansa kontemporer yang diberikan dari gaya bangunan jengki. 

Terlebih lagi, gaya bangunan ini berbeda dari gaya banguna rumah rumah di Indonesia pada umumnya. Maka dari itu, pada bentuk jengki menawarkan gaya bangunan yang unik, kontemporer dan memberikan kesan asri tapi elit. 

Baca Juga: Prinsip Arsitektur Neo Vernakular, Ciri-Ciri dan 8 Contohnya

Ciri Arsitektur Jengki 

Sebagai salah satu gaya arsitektur khas Indonesia, tentunya arsitektur jengki ini memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dengan gaya lainnya. Berikut ini merupakan karakteristiknya.

1. Gaya Bangunan yang kekinian 

Ungkapan gaya bangunan yang kekinian mengacu pada bangunan yang dibuat dan dibangun sesuai dengan pola pikir sosial, estetika, dan budaya yang disebut sebagai Modernisme. Ini menempatkan fokus yang kuat pada eksperimen, menolak “aturan” yang ditetapkan, dan mempromosikan kebebasan berekspresi dalam musik, seni, sastra, dan arsitektur.

Penekanan pada volume, komposisi asimetris, dan ornamen jarang yang menentukan gaya. Desain modernis yang teliti seperti pada sejarah arsitektur jengki dimana pada tahun 1930-an hingga awal 1960-an telah dirujuk di Inggris sebagai milik Gerakan Modern.

2. Dinding Bangunan Berbentuk Miring 

Dinding miring dapat digunakan sebagai dinding arsitektural, struktural, atau gorden. Sudut Miring menentukan sudut dinding dari 1 hingga 179 derajat, di mana 90 derajat berarti vertikal. 

Ini dapat terlihat pada penerapan gaya bangunan jengki dimana menjadi salah satu ciri khas yang dimiliki. Gaya miring ini juga termasuk pada gaya banguan modern dengan mempromosikan seni unik tersendiri. 

3. Bagian Teras Luas

Pada arsitektur jengki memiliki teras yang luas dimana memiliki fungsi seni dan fungsi terapan sendiri. Fungsi seni pada bagian ini menandakan sebagai bangunan yang nampak luas dengan teras sebagai bagian utama rumah. 

Seni terapan pada hal ini merujuk pada penggunaan yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat bersantai dan menerima tamu. 

4. Terdapat Roster untuk Sirkulasi Udara

Roster yang berbentuk batu bata khusus yang disebut “Batu Bata Udara” diproduksi dengan lubang sirkulasi udara di dalamnya.

Mengapa ventilasi udara sangat penting dalam sebuah ruangan? Suhu rumah Anda dapat dikontrol, akumulasi jamur dan partikel dapat dihindari, dan semua orang di keluarga Anda dapat bernapas dengan lebih mudah jika ada aliran udara yang cukup.

Dengan mengedepankan kepentingan seperti itu menjadi daya tarik dan point unggul pada bangunan jengki. Tidak heran mengapa bangunan jengki menjadi idaman di kalangan arsitek di Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Fasad Rumah, Jenis, 12 Contoh & Tips Pembuatan

Gaya Furniture Arsitektur jengki 

Penggunaan batu alam untuk dinding rumah menjadi ciri khas lain dari arsitektur jengki. Untuk memberikan tampilan kreatif pada dinding, batu alam abu-abu diplester dalam konfigurasi asimetris. 

Kisaran batu alam yang digunakan untuk dinding semakin menekankan rasa nyaman dan sejuk yang sesuai untuk rumah di daerah tropis.

Terdapat kerambi besar dimana sebagai bentuk kelangkaan lahan. Tidak jarang bahwasannya tempat tinggal modern biasanya memiliki beranda yang sempit. Namun, tidak demikian halnya dengan rumah bergaya jengki. Beranda rumah berdimensi luas dan selaras dengan teras rumah pada zaman keemasan arsitektur jengki, memungkinkan tamu leluasa bergerak di beranda. Desain melengkung mendominasi atap beranda untuk mengurangi kebisingan

Bentuk atap pelana yang anti-mainstream merupakan salah satu ciri luar dari arsitektur jengki. Bentuknya tampak berbeda dengan model arsitektur lainnya karena adanya variasi ketinggian retakan atap. Selain itu, terdapat ventilasi pada atap bergaya jengki yang berfungsi sebagai sistem ventilasi. Meski panas, sistem ventilasi membuat interior rumah tetap sejuk.

Tidak hanya itu, dinding rumah yang miring juga memiliki sedikit arsitektur luar yang jengki. Selain itu, dinding rumah biasanya disusun dengan pola segi lima. Area hunian yang luas lebih cocok untuk penerapan bentuk dinding ini.

Baca Juga: SketchUp: Pengertian, Sejarah, Fungsi, dan 4 Versinya

Contoh Arsitektur Jengki 

Karena gaya asli Indonesia maka, terdapat beragam contoh bangunan arsitektur jengki hampir di setiap daerah. Berikut ini merupakan contohnya.

1. Contoh Arsitektur Jengki di Jakarta Selatan

Bangunan seperti rumah ini adalah salah satu contoh gaya arsitektur jengki dimana terdapat atap yang khas dari segi bangunan dan mengeluarkan suasana yang rumahan tetapi modern. 

Contoh Arsitektur Jengki di Jakarta
Contoh Arsitektur Jengki di Jakarta (Sumber: BBC)

2. Contoh Arsitektur Jengki di Semarang

Terdapat rumah yang berlokasi di daerah Kota Semarang yang termasuk pada arsitektur jenis Jengki. 

contoh arsitektur jengki di semarang
Bangunan di Semarang dengan Gaya Arsitektur Jengki (Sumber: disdik.palangkaraya)

3. Contoh Arsitektur Jengki di Surabaya

Contoh dibawah ini merupakan salah satu banguan dengan gaya jengki. Jika kalian lihat di bawah ini terdapat teras yang luas dan bentuk atap yang menyerupai runcing dan vertikal miring. 

contoh arsitektur jengki di surabaya
Gerbang Taman Makan Pahlawan Surabaya (Sumber: Pinterest)

Baca Juga: 5 Elemen Struktur Bangunan dan Tips Pembuatan yang Efektif

Kesimpulan 

Gaya arsitektur Jengki era 1960-an patut diakui sebagai bangunan pelestarian. Bentuk, atap, warna, dinding, material, dan beranda adalah contoh bangunan gaya di daerah Bandar Lampung. Bangunannya sering memiliki atap yang curam, asimetris, beberapa ayam jantan, dinding miring, dan terbuat dari batu alam.

Anda dapat menerapkan gaya arsitektur jengki menggunakan asbes plafon dari Adimas yang sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk informasi lengkapnya Anda dapar mengunjungi halaman berikut ini.

Rekomendasi Artikel Terkait