Pondasi Batu Kali: Pengertian, Ukuran, Fungsi dan Kelebihan

Published: 12 March 2023
Author:
Daftar Isi

Pondasi batu kali merupakan salah satu pilihan jenis pondasi untuk hunian Anda. Tentu memilih pondasi yang tepat akan sangat berpengaruh pada kenyamanan dan ketahanan bangunan.

Lalu hal apakah yang membuat pondasi batu kali berbeda dengan material atau jenis lain? Serta mengapa Anda harus memilihnya?

Dalam artikel ini kita akan membahas pengertian, fungsi pondasi batu kali,  hingga kelebihan dan kekurangannya.

Pengertian Pondasi Batu Kali

Pondasi batu kali adalah struktur bangunan dasar yang menggunakan batu kali sebagai material utamanya. 

Batu kali adalah batu alam yang terbentuk dari kikisan air yang terjadi secara terus-menerus. Meski tidak ada pilihan warna yang menarik, bahan ini mudah ditemukan dan tersedia dalam berbagai ukuran sehingga banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan konstruksi seperti pertamanan, pondasi dan drainase.

Bentuk batu kali juga terdiri dari berbagai ukuran dan tekstur. Ada juga jenis yang berbeda yang dapat berupa sedimen, batuan beku atau metamorf tergantung pada lokasi geografis sungai tempat batuan itu ditemukan. 

Umumnya, batuan kali memiliki tepi yang membulat, permukaan bertekstur halus, berlubang, retak, dan berubah warna. Namun, saat ini banyak batu sungai yang bisa diproduksi secara artifisial. 

Fungsi Pondasi Batu Kali

Memilih batu kali sebagai penopang bangunan Anda bukanlah keputusan yang sembarang, berikut adalah beberapa fungsinya untuk struktur bangunan:

1. Meminimalkan Resiko Kebocoran

Batu kali dapat meminimalkan segala jenis kebocoran seperti air dan gas. Bangunan berbahan dasar batu umumnya lebih aman dari kebocoran gas, banjir, dan tahan terhadap serangan jamur. 

2. Cukup Efektif Menahan Gempa

Karena sifatnya yang kuat dan berada pada lingkungan yang cukup ekstrim, pemasangan pondasi batu kali dapat menahan benturan.

Anda dapat menggabungkan metode pengolahan pondasi batu sungai dengan pemasangan tiang pancang (Bora/Strauss), yang melemahkan getaran tanah dan lingkungan sekitar bangunan. 

3. Memperkokoh Bangunan

Fungsi pondasi batu kali yang terakhir adalah memperkokoh bangunan. Dengan menggunakan pondasi jenis ini, bangunan Anda dapat bertahan lama dan meminimalkan resiko kerusakan yang didapat dari gempa.

Ukuran Pondasi Batu Kali

Sebelum membuat pondasi jenis ini, Anda perlu mengetahui detail ukuran pondasi batu kali. Pondasi batu kali sendiri berbentuk trapesium yang memiliki ukuran lebar bawah 60 – 80 cm, lebar atas 25 – 30 cm dan tinggi 60 – 80 cm. Ukuran ini dapat Anda gunakan untuk menghitung volume kebutuhan batu yang dalam membangun pondasi.

Cara Menghitung Pondasi Batu Kali

Kami telah merangkum cara menghitung pondasi batu kali, khususnya menghitung volume yang dibutuhkan. Berikut merupakan contoh datanya.

  • Luas Tanah = Panjang tanah x lebar tanah
  • Luas Tanah = 12 m x 7 m
  • Luas Tanah = 84 m persegi

  • Pondasi pagar berbentuk trapesium denngan ukuran sebagai berikut :
    1. Panjang pondasi pasangan: 30 m
    1. Lebar atas: 0,4 m
    2. Lebar bawah: 0,6 m
    3. Tinggi: 0,7 m

Pondasi tersebut akan dipasang mengelilingi tanah di atas. Tentu langkah pertama untuk mengetahui ukuran pondasi batu kali pada pekerjaan tersebut adalah menghitung volume dari pasangan batu secara menyeluruh.

  • Volume pasangan batu kali = Luas penampang pasangan batu kali x Panjang pasangan batu kali
  • Volume pasangan batu kali= (( lebar atas + lebar bawah ) / 2 x tinggi ) x Panjang  pasangan batu 
  • Volume pasangan batu kali= (( 0,4+0,6) / 2 x 0,7 ) x 30
  • Volume pasangan batu kali = 10,5 m3

Setelah volume pasangan batu telah terungkap, selanjutnya adalah menghitung kebutuhan batu kali untuk proyek pondasi yang satu ini

  • Volume kebutuhan batu kali = Volume pasangan batu x Koefisien bahan
  • Volume kebutuhan batu kali =  10,5 x 1,2
  • Volume kebutuhan batu kali = 12,6 m3

Bagian Pondasi Batu Kali

Pondasi batu kali memiliki beberapa bagian, berikut adalah daftar bagian pondasi batu kali:

1. Lapisan Pasir Dasar

Ini adalah lapisan pasir padat setebal 5-10 cm. Lapisan ini berguna sebagai saluran drainase untuk mengalirkan air tanah yang ada disekitar base frame. Bagian ini juga didesain agar pori-pori permukaan alas dan area di bawah pondasi bangunan dapat tertutup rapat. 

2. Pasangan Batu Kosong

Di atas lapisan bawah pasir terdapat sepasang batu kosong (aanstamping). Bagian ini terbuat dari batu sungai, ber diameter sekitar 10-15 cm, diletakkan secara vertikal dan padat tanpa mortar atau hanya batu kosong. Selain susunan tersebut, batu yang diisi pasir direndam dalam air kemudian dipadatkan/ditabrak untuk mencegah rongga.

3. Badan Pondasi

Badan ini terbuat dari batu kali yang dicampur dengan menggunakan perekat tertentu. Pada saat menata atau menyusun batu kali pada area pondasi tidak boleh dibuat garis lurus, tidak boleh dibuat garis vertikal maupun horizontal.

Hal tersebut dilakukan agar memudahkan perakitan, susunan batu kali di pinggir harus lebih tinggi dari susunan batu kali di tengah. 

4. Sloof Beton

Bentuk pondasi sloof beton ini adalah balok beton bertulang yang terbuat dari campuransemen, pasir, dan batu.

5. Lapisan Pasir Dasar

Ini adalah lapisan pasir padat setebal 5-10 cm. Lapisan ini berguna sebagai saluran drainase untuk mengalirkan air tanah yang ada disekitar base frame. Bagian ini juga didesain agar pori-pori permukaan alas dan area di bawah pondasi bangunan dapat tertutup rapat. 

6. Tembok dengan Perekat

Bagian tembok dengan perekat trasram dapat dibuat dengan ketinggian mencapai 20 cm yang diukur dari titik tepat di atas permukaan lantai. Bagian ini berfungsi untuk mencegah air merembes dari tanah lalu naik ke tembok melalui peristiwa kapilaritas.

7. Lapisan Pasir yang Terletak di Lantai

Pondasi batu kali juga memiliki bagian berupa lapisan pasir yang berada tepat di bawah permukaan tanah. Lapisan ini terdiri dari timbunan pasir yang dipadatkan setebal 15-20 cm. 

8. Beton Tumbuk

Kegunaan utama bagian ini adalah untuk mencegah agar lapisan tanah tidak mudah retak. Meski tingkat lantai diturunkan, maka proses penurunannya juga akan dilakukan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan lantai rusak. 

9. Tanah Urug

Tanah ini adalah tanah yang terkumpul dan mengisi sisa-sisa lubang galian yang tidak diisi oleh pasangan pendasi sebelumnya. Sebelum sisa lubang diisi dengan tanah, kami rekomendasikan untuk menutupi dinding bingkai dasar terlebih dahulu atau menutupinya dengan lem.

Kelebihan Pondasi Batu Kali

Proses pembuatan pondasi batu kali
Gambar pondasi batu kali (Sumber: Pinterest)

Selain fungsi yang didapatkan cukup banyak, Anda juga dapat mempertimbangkan beberapa kelebihan pondasi batu kali di bawah ini sebelum membuat keputusan.

1. Membutuhkan Dana yang Cenderung Ekonomis

Bahan yang digunakan untuk membuat pondasi ini tidak terlalu rumit dan bisa ditemukan dimana saja. Karena kita memiliki kekayaan alam berupa sungai dan gunung di mana saja.

Oleh karena itu biaya pembuatan pondasi batu kali ini juga tidak terlalu besar atau kurang dari beberapa pondasi lainnya. 

2. Pengerjaan Pondasi Cenderung Singkat

Pemasangan pondasi batu lebih cepat kering dibandingkan pondasi lainnya, sehingga lebih cocok untuk rencana konstruksi yang membutuhkan efisiensi waktu yang tinggi.

Tentu hal ini juga berpengaruh pada pengeluaran Anda, karena tidak perlu mempekerjakan tenaga ahli terlalu lama.

3. Pondasi yang Sederhana

Detail konstruksi pondasi batu kali relatif sederhana dibandingkan jenis pondasi lainnya dan tidak membutuhkan banyak alat berat. Oleh karena itu, proses pemasangan pondasi batu kali ini lebih praktis. 

4. Mempermudah dalam Pengukuran

Kelebihan pondasi batu kali lainnya yang tidak boleh dilewatkan. Karena ukuran tiap batu dapat disesuaikan dengan ukuran rumah tanpa terlalu banyak penggunaan alat-alat, sehingga daya topang bebannya semakin maksimal.

Kekurangan Pondasi Batu Kali

Walaupun memiliki berbagai kelebihan, jenis pondasi ini juga memiliki kekurangan. Berikut adalah beberapa kekurangan pondasi batu kali yang perlu Anda ketahui:

1. Risiko Keretakan

Pada jenis tanah yang labil sering terjadi perubahan tanah. Pergerakan ini dapat menyebabkan pondasi retak atau runtuh serta merusak struktur dinding rumah. Jika dinding retak, perbaikannya cukup sulit dan mahal.

2. Tidak dapat Diaplikasikan pada Bangunan Bertingkat

Sayangnya pondasi ini tidak cocok jika Anda berniat untuk membuat bangunan bertingkat. 

Pondasi batu sungai beratnya 740 kg/m2 per meter persegi. Angka ini tergolong beban berat. Oleh karena itu, pemasangan pondasi sungai harus diterapkan hanya pada bangunan 1 lantai. 

3. Beberapa Peraturan Mengikat

Saat memasang pemasangan batu kali, Anda harus memberikan perhatian extra pada proses perekatan antar batu.  

Pastikan bahwa batu benar-benar melekat satu sama lain. Hal ini karena daya rekat antara batu kurang baik karena bentuk aslinya yang bulat dan berbeda ukurannya. Perekatan yang kurang baik dapat mempengaruhi kekuatan pondasi dan memiliki risiko yang cukup besar.

4. Tidak Untuk Daerah Rawan Banjir

Kekurangan pondasi batu kali yang terakhir adalah hanya dapat digunakan dengan kondisi tanah di area pengembangan yang stabil. 

Tingkat ketahanan pondasi ini tidak terlalu bagus, apalagi jika sering terendam air atau di daerah yang tergenang air. Sehingga memakai pondasi ini di area rawan banjir cukup beresiko. 

Pondasi Batu Kali VS Cakar Ayam

Beberapa orang sering membandingkan pondasi batu kali dengan pondasi cakar ayam. Namun, sebenarnya apakah perbedaan kedua pondasi ini? Serta pondasi mana yang harus dipilih?

Berikut kami sajikan beberapa perbedaan pondasi batu kali dan pondasi cakar ayam berdasarkan beberapa kasus.

Pastikan untuk memilih pondasi yang paling cocok dengan kebutuhan Anda dengan beberapa karakteristik di bawah ini:

1. Jumlah Lantai Bangunan 

Jika Anda ingin membangun bangunan sederhana, misalnya rumah satu lantai, Anda bisa menggunakan pondasi batu kali. Kekuatan pondasi ini sudah lebih dari cukup untuk menopang berat bangunan, agar bangunan tetap kokoh pada tempatnya. 

Namun jika Anda ingin membangun gedung yang kompleks dan tinggi, misalnya rumah 2-3 lantai, setidaknya gunakan ceker ayam. Pondasi ini dapat menahan beban konstruksi yang berat, sedangkan River Rock Foundation tidak bisa.

2. Tingkat Kesulitan

Pondasi batu sungai memiliki desain yang jauh lebih sederhana daripada ceker ayam. Jadi hampir semua pekerja konstruksi bisa masuk. 

Berbeda dengan ceker ayam yang polanya cukup kompleks. Pastikan Anda mencari bantuan profesional. 

3. Lokasi Bangunan

Saat membangun bangunan di daerah dengan tanah lunak dan tidak stabil, pondasi cakar ayam harus digunakan. Misalnya, rumah yang dibangun di daerah rawa harus ditopang dengan cakar ayam agar tetap kokoh di tempatnya. 

Pondasi batu kali tidak cukup kokoh untuk area yang berair seperti daerah rawa dan lebih beresiko daripada pondasi cakar ayam.

4. Biaya Pembangunan

Jika Anda memiliki budget yang terbatas, maka kami merekomendasikan Anda untuk memilih pondasi batu kali. Mengingat biayanya yang terkenal ekonomis.

Namun, jika ingin mendapatkan hasil yang tidak bisa didapat dari material batu kali. Maka Anda harus menyiapkan budget lebih beras, karena akan cukup boros.

Adimas menyediakan berbagai pilihan produk asbes gelombang kecil dengan berbagai ukuran dan bahan berkualitas tinggi. Cek info selengkapnya pada laman kami!

Rekomendasi Artikel Terkait