Rincian Estimasi Biaya Renovasi Rumah & Tips-Tipsnya, Catat!

Published: 1 November 2023
Author:
Daftar Isi

Semakin tingginya harga properti, mungkin Anda bertanya-tanya berapa biaya renovasi rumah? Banyak kalangan yang menginginkan rumah impiannya, tetapi hal tersebut terhalang dengan harga properti yang semakin meningkat.

Lalu, bagaimana cara menyusun anggaran untuk renovasi rumah? Pada artikel berikut ini akan membahas mengenai rincian biaya renovasi rumah berbagai tipe yang dapat Anda jadikan inspirasi. Simak sampai habis, ya!

Estimasi Biaya Renovasi Rumah

Biasanya, terdapat agen properti yang memberikan rincian mengenai harga untuk renovasi rumah. Namun, beberapa agen mematok harga yang sangat mahal. Oleh karena itu, Anda dapat membuat rincian sendiri mengenai biaya untuk merenovasi rumah.

1. Biaya Pembelian Tanah

Sebelum memulai renovasi rumah, pastikan untuk membuat rincian pembelian tanah. Biaya pembelian tanah ini akan mencangkup ke dalam biaya renovasi rumah. Ini juga termasuk perhitungan biaya renovasi rumah per meter.

Ketika membeli tanah, pastikan juga untuk menghitung Pajak Penghasilan (PPh), Pajak pertambahan nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), biaya cek sertifikat, Biaya Akta Jual Beli (AJB), Bea Balik Nama (BBN), biaya notaris, dan sebagainya.

Harga pembelian tanah tergantung pada lokasinya. Semakin strategis letak suatu tanah, akan semakin naik juga harga pembeliannya. Harga tanah juga biasanya ditandai dengan biaya renovasi rumah per meternya.

2. Biaya Material

Material yang berkualitas akan membuat ketahanan rumah semakin baik. Material merupakan unsur yang penting dalam membangun rumah karena biaya yang dikeluarkan untuk material tergolong banyak dan tinggi.

Material bangunan dihitung berdasarkan dengan luas bangunan itu sendiri. Pastikan untuk menghitung material secara detail agar tidak ada bahan yang terbuang. Material bangunan yang dibutuhkan adalah batu bata, batako, pasir, semen, besi, dan sebagainya.

Penggunaan material bangunan yang berkualitas akan memberikan kekuatan, daya tahan, dan fungsi struktur yang sedang dibangun.

Material bangunan juga memengaruhi karakteristik, tampilan visual, serta kualitas dan keamanan pada proyek bangunan.

3. Biaya Tenaga Kerja

biaya renovasi rumah dengan tukang
Tukang Renovasi Rumah (Bidvine/Pexels)

Biaya tukang dapat dipilih dengan memakai tenaga tukang harian lepas atau borongan. Tukang harian lepas dibayar dengan menerima upah secara harian. Biasanya upah juga dapat diterima secara mingguan atau bulanan tergantung dengan kesepakatan.

Sementara itu, tukang borongan biasanya bekerja pada proyek yang dikerjakan dalam waktu tertentu. Biaya dibayarkan dengan nominal tetap sesuai dengan kesepakatan di awal. Umumnya, jasa tukang harian lebih mendapatkan banyak upah daripada tukang borongan.

Kenyataannya, upah tukang berkisar antara Rp 1 juta sampai 1,5 juta per meter perseginya untuk biaya renovasi rumah sederhana. Namun, untuk biaya renovasi rumah mewah upah yang dibutuhkan jauh lebih besar.

4. Biaya Cadangan

Terdapat beberapa kejadian yang tak terduga sehingga membutuhkan biaya yang tinggi. Untuk itu, perlu mempersiapkan biaya cadangan untuk kebutuhan yang datang tak terduga ketika pengerjaan renovasi rumah.

Untuk besaran biaya cadangan ini bisa disesuaikan dengan keadaan yang ada. Misalnya, Anda dapat menyiapkan 25% dari keseluruhan total biaya yang dikeluarkan ketika merenovasi rumah. 

Apabila biaya cadangan ini tidak digunakan, biaya tersebut dapat disimpan kembali atau digunakan untuk membeli kebutuhan rumah lainnya, seperti furniture, cat, dan sebagainya.

Tips Renovasi Rumah

Dalam merenovasi rumah, dibutuhkan beberapa tips agar hasil yang didapat maksimal. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan ketika merenovasi rumah dengan biaya yang murah.

1. Perencanaan dengan Matang

Perencanaan rumah sangat penting dilakukan sebelum melaksanakan renovasi rumah. Hal-hal yang direncanakan adalah biaya renovasi rumah subsidi, pemilihan material yang digunakan, pemilihan sistem jasa tukang, dan lainnya.

Anda juga dapat merencanakan hal-hal tersebut dengan ahli di bidang tersebut agar rencana yang dibuat semakin matang.

2. Memahami Luas Bangunan 

biaya renovasi rumah dengan material yang dibutuhkan
Material Renovasi (Milivoj Kuhar/Unsplash)

Memahami luas bangunan penting untuk dilakukan agar Anda juga dapat merencanakan denah renovasi rumah yang diinginkan.

Dengan paham luas bangunan yang dimiliki, dapat memberikan Anda perkiraan ketika membuat suatu ruangan.

3. Memilih Material Rumah

Bagian-bagian rumah dari mulai interior sampai eksterior wajib diperhitungkan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Contohnya adalah biaya renovasi atap rumah yang perlu diperhitungkan dengan matang.

Salah satu yang perlu diperhatikan dalam renovasi atap adalah memilih material atap yang tepat. Material atap yang dipilih dapat berupa tanah liat, keramik, asbes, seng, fiber, dan lain sebagainya. 

4. Persiapkan Anggaran dengan Tepat

Biaya renovasi rumah sederhana hingga rumah yang mewah membutuhkan budget yang banyak sejak awal. Oleh karena itu, Anda perlu mempersiapkan biaya apa saja yang diperlukan untuk renovasi. 

Anda dapat membuat anggaran dana dengan detail dan tepat agar proses renovasi berjalan lancar dan tidak kekurangan biaya di tengah-tengah proses renovasi. Dengan perhitungan yang tepat, proses renovasi berjalan lancar dan mencapai tujuan dengan baik.

Itulah dia penjelasan mengenai biaya renovasi rumah yang dapat menjadi Anda jadikan inspirasi ke depannya. Dalam perhitungan biaya renovasi, Anda dapat memanfaatkan jasa arsitek atau desainer interior.

Arsitek dan desainer interior dapat membantu Anda untuk menghitung estimasi biaya dan mendesain area renovasi rumah. Pastikan untuk menggunakan material yang berkualitas ketika proses renovasi rumah dilakukan,

Sama halnya dengan material atap berkualitas dari Adimas. Atap asbes gelombang dari Adimas menyediakan bahan yang berkualitas dan kokoh tahan lama. Kunjungi laman web Adimas untuk informasi lebih lanjut mengenai produk yang ada.

Rekomendasi Artikel Terkait