Kenali Furniture: Arti, Sejarah, Fungsi, Jenis dan Material

Published: 7 July 2023
Author:
Daftar Isi

Pada kehidupan sehari-hari kita selalu menggunakan furniture hampir di setiap kegiatan. Furniture sendiri memiliki aneka ragam jenisnya.

Pada artikel berikut ini, kita akan membahas tentang furniture, sejarah, fungsi, jenis, dan materialnya. Simak selengkapnya pada artikel berikut!

Gambar Perabotan atau Furniture Rumah, terdapat sofa, meja, lampu hias, tanaman indoor, dan beberapa ornamen
Gambar Perabotan Rumah (from Unsplash)

Pengertian Furniture

Furniture mengacu pada benda-benda yang dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan manusia, seperti tempat duduk, tempat tidur, tempat penyimpanan, atau hanya sebagai tujuan dekoratif. Furniture atau perabotan mencakup barang-barang seperti kursi, meja, tempat tidur, sofa, lemari, rak, dan aksesori lain yang digunakan di rumah, kantor, sekolah, dan berbagai pengaturan lainnya.

Furniture atau mebel memiliki fungsi sekaligus estetika dalam ruang interior. Secara fungsional, perabot berfungsi sebagai tempat duduk, tempat tidur, dan tempat kerja yang nyaman dan ergonomis, serta menjadi solusi penyimpanan untuk menjaga barang-barang tetap rapi.

Secara estetika, furniture berkontribusi pada keseluruhan desain dan suasana ruangan atau ruang, yang mencerminkan gaya pribadi dan meningkatkan daya tarik visual.

Furniture dapat dibuat dari berbagai material seperti kayu, logam, plastik, kaca, dan kain. Mulai dari desain yang sederhana dan praktis hingga yang rumit dan penuh ornamen. Pilihan perabotan tergantung pada preferensi individu, tujuan penggunaan, ruang yang tersedia, dan anggaran yang dimiliki. 

Sejarah Furniture

Sejarah furniture dapat ditelusuri kembali ke ribuan tahun lalu. Manusia telah menciptakan dan menggunakan berbagai jenis perabotan sepanjang sejarah untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Sejarah mebel dimulai pada zaman kuno, ketika manusia mulai membuat perabot dari kayu, batu, tulang, dan bahan yang ada di alam. Pada zaman Mesir kuno, contohnya, bangku, kursi, dan meja kayu yang dihiasi dengan ukiran dan patung merupakan perabot yang umum. Para bangsawan dan juga keluarga kerajaan memiliki perabotan mewah yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang lebih mahal, seperti emas, perak, dan batu mulia.

Selama zaman klasik Yunani dan Romawi, gaya dan desain perabot mengalami perkembangan yang signifikan. Kursi dan tempat tidur yang lebih ergonomis serta meja makan menjadi populer. Perabotan tersebut seringkali dihiasi dengan ukiran, ornamen, dan patung.

Pada Abad Pertengahan, periode yang dikenal dengan gaya Gotik, mebel kayu menjadi sangat populer di kalangan gereja dan kastil. Perabotan tersebut seringkali memiliki ukiran rumit dan diberi aksen berupa perhiasan.

Pada Abad Renaisans, kekayaan dan kesenangan hidup menjadi fokus utama, sehingga perabotan yang mewah dan indah berkembang pesat. Gaya Renaisans ditandai dengan desain yang elegan, proporsi yang seimbang, dan ornamen yang rumit. Kayu mahoni dan ek diperkenalkan sebagai bahan populer dalam pembuatan perabot.

Selama Revolusi Industri di abad ke-18 dan ke-19, terjadi produksi massal berkat perkembangan teknologi dan mesin. Bahan seperti besi, baja, dan logam lainnya mulai digunakan dalam pembuatan perabot, menggantikan bahan-bahan tradisional seperti kayu.

Pada abad ke-20, gaya dan desain perabot menjadi lebih beragam. Gaya Art Nouveau dan Art Deco muncul dengan penggunaan bentuk organik dan geometris yang inovatif. Pada pertengahan abad ke-20, desain modernis dan minimalis mulai populer dengan penggunaan bahan-bahan baru seperti plastik dan fiberglass.

Dalam beberapa dekade terakhir, desain furnitur menjadi lebih eksperimental dan inovatif. Teknologi canggih, seperti pencetakan 3D dan desain berbantuan komputer, telah membuka pintu bagi kreasi furnitur yang unik dan futuristik.

Seiring berjalannya waktu, sejarah furniture mencerminkan perubahan budaya, gaya hidup, teknologi, dan selera desain manusia. Dari perabot sederhana di zaman kuno hingga desain yang kompleks dan inovatif saat ini, perabotan terus mengalami evolusi sejalan dengan perkembangan masyarakat.

Fungsi Furniture

gambar built in furniture pada ruang keluarga (common area)
Salah satu tipe furnitur, yaitu “built in furniture”, yang menempel pada dinding dan lantai (from Apartment Therapy)

Perabotan memiliki berbagai fungsi dan peran penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Berikut adalah beberapa fungsi dari mebel yang umum:

1. Tempat Duduk

Mebel seperti kursi, sofa, dan bangku menyediakan tempat yang nyaman dan mendukung untuk duduk. Perabotan tempat duduk berperan penting untuk rumah, kantor, restoran, dan lain sebagainya.

2. Tempat Tidur

Tempat tidur, kasur, dan futon dirancang untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya. Tempat tidur sendiri merupakan komponen mendasar dari kamar tidur.

3. Penyimpanan

Perabotan seperti lemari pakaian, meja rias, lemari, dan rak menawarkan ruang penyimpanan untuk mengatur dan menyimpan barang-barang. Perabot ini membantu merapikan ruangan dan menjaga lingkungan tetap teratur.

4. Perabotan Ruang Makan

Meja dan kursi makan digunakan untuk menyantap makanan dan berkumpul bersama keluarga dan teman. Perabotan seperti meja dan kursi menyediakan tempat untuk makan dan bersosialisasi di ruang makan atau dapur.

5. Bekerja dan Belajar

Meja dan kursi kantor dirancang untuk lingkungan kerja dan belajar. Perabot ini menyediakan tempat khusus untuk mengerjakan tugas-tugas seperti menulis, membaca, menggunakan komputer, atau menyelesaikan proyek.

6. Pajangan

Perabotan seperti rak buku, lemari display, dan meja kerja membantu dalam menampilkan dan menjaga benda-benda yang berharga sekaligus membantu menjaga kebersihan ruangan.

7. Dekorasi

Perabotan juga dapat berfungsi sebagai elemen dekoratif dalam sebuah ruang. Potongan-potongan yang unik atau estetis seperti kursi aksen, meja kopi, atau rak dekoratif dapat meningkatkan tampilan dan gaya ruangan secara keseluruhan.

Jenis-Jenis Furniture

Gambar Perabotan atau Furniture Ruang Keluarga
Gambar Perabotan Ruang Keluarga (from Unsplash)

Melansir dari situs deskera, berikut beberapa jenis dari perabotan berdasarkan fungsi dan peletakannya:

  • Sofa: Sebuah kursi panjang yang dirancang untuk duduk lebih dari satu orang.
  • Meja: Permukaan datar yang didukung oleh kaki atau soket, biasanya digunakan untuk menempatkan barang atau melakukan aktivitas seperti makan atau bekerja.
  • Kursi: Bangku dengan sandaran dan biasanya memiliki empat kaki untuk duduk.
  • Lemari: Furnitur dengan pintu atau laci yang digunakan untuk menyimpan atau menata barang-barang seperti pakaian, peralatan rumah tangga, atau barang berharga.
  • Tempat tidur: Mebel yang dirancang untuk beristirahat atau tidur.
  • Rak: Konstruksi penyimpanan terbuka yang terdiri dari rak-rak horizontal atau vertikal yang digunakan untuk menempatkan atau menampilkan barang-barang.
  • Meja makan: Meja yang dirancang khusus untuk makan bersama keluarga atau teman.
  • Bufet: Lemari rendah dengan pintu dan laci yang digunakan untuk menyimpan peralatan makan, piring, dan barang-barang serupa.
  • Kabinet: Lemari dengan pintu dan rak yang sering digunakan untuk menyimpan atau menampilkan barang-barang.
  • Rak buku: Rak yang dirancang khusus untuk menyimpan dan menampilkan buku-buku.
  • Meja rias: Meja dengan cermin dan laci yang digunakan untuk duduk dan berdandan atau merias diri.
  • Meja kopi: Meja rendah yang biasanya ditempatkan di depan sofa dan digunakan untuk menempatkan minuman atau barang-barang lainnya.
  • Kursi makan: Kursi yang dirancang khusus untuk digunakan saat makan.

Baca Juga: Plat Lantai, Jenis, Ukuran, dan Tips Untuk Memilihnya

Material Furniture

Perabotan atau mebel ini dapat dibuat dari berbagai macam bahan, tergantung pada gaya, tujuan, dan keindahan yang diinginkan. Berikut adalah beberapa bahan yang umum digunakan dalam pembuatan perabotan:

1. Kayu

Kayu adalah bahan yang umum digunakan untuk membuat mebel karena daya tahan, keserbagunaan, dan keindahan alaminya. Berbagai jenis kayu, seperti kayu jati, pinus, dan mahoni, dapat digunakan untuk membuat perabot.

2. Kayu Lapis atau Plywood

Kayu lapis adalah bahan komposit yang dibuat dengan merekatkan beberapa lapisan veneer kayu. Kayu lapis kuat, stabil, dan biasa digunakan untuk membuat bagian atas meja, rak, dan sandaran kabinet.

3. Logam

Perabotan logam dikenal karena kekuatan dan tampilan kontemporernya. Bahan-bahan seperti baja, besi, aluminium, dan kuningan biasa digunakan. Perabotan logam sering digunakan dalam desain bergaya industrial atau modern.

4. Rotan

Mebel anyaman atau rotan terbuat dari bahan alami yang dianyam, seperti sulur rotan atau bambu, untuk menciptakan bingkai yang kokoh dan ringan. Material ini sering digunakan untuk furnitur luar ruangan.

5. Plastik

Perabotan plastik ringan, terjangkau, dan mudah dibersihkan, sehingga cocok untuk penggunaan di luar ruangan atau di lingkungan dengan tingkat kerusakan yang tinggi.

6. Kaca

Kaca dapat digunakan dalam konstruksi furnitur untuk bagian atas meja, rak, atau sebagai elemen dekoratif. Kaca menambahkan sentuhan ramping dan modern pada desain.

7. Batu

Batu, seperti marmer atau granit, biasanya digunakan untuk bagian atas meja, meja dapur, atau aksen dekoratif. Batu menambahkan elemen mewah dan tahan lama pada perabotan.

8. Bambu

Bambu adalah bahan yang terbarukan dan ramah lingkungan yang digunakan untuk mebel, terutama dalam desain oriental. Bahan ini kuat, ringan, dan multifungsi.

9. Bahan Sintetis

Bahan sintetis seperti laminasi, melamin, atau MDF (Medium Density Fiberboard) sering digunakan untuk permukaan furnitur atau sebagai pengganti kayu alami. Bahan-bahan ini hemat biaya dan tersedia dalam berbagai pilihan desain.

Baca Juga: Rumah Semi Permanen, Fungsi, & Materialnya

Dengan adanya berbagai jenis mebel, maka rumah bisa difungsikan dengan baik.

Jika Anda sedang mendekorasi rumah, mengapa tidak gunakan asbes? Asbes adalah material untuk atap yang kokoh, tahan lama, dan harganya terjangkau.

Asbes Adimas menyediakan asbes plafon dengan kualitas unggulan untuk melengkapi kebutuhan rumah Anda. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis!

Rekomendasi Artikel Terkait