Kondominium: 5 Keunggulan dan Bedanya dengan Hunian Lain

Terakhir Diperbarui: 24 July 2024
Penulis:
Dilihat:
Daftar Isi

Kondominium adalah salah satu solusi hunian yang cocok untuk masyarakat masa kini, terutama bagi para pekerja kantoran dan ingin memiliki hunian dengan budget minim.

Mengingat akhir-akhir ini mencari lahan untuk pembangunan rumah, terutama di daerah kota semakin sulit dilakukan. Hal ini membuat banyak orang beralih pada apartemen dan kondominium. Sayangnya beberapa orang tidak tahu bahwa dua jenis hunian ini berbeda. 

Sebenarnya apa itu kondominium? Apa perbedaanya dengan apartemen? Dalam artikel ini kita akan membahas definisi, karakteristik, contoh, hingga kelebihan dan kekurangannya.

Apa Itu Kondominium

Kondominium berasal dari bahasa Inggris ‘condominium’ yang terdiri dari con yang berarti “bersama” atau “dibagi” dan dominium yang berarti “kepemilikan” atau “penguasaan”.

Dengan kata lain, kondominium adalah kepemilikan unit hunian individu terletak pada tempat tinggal vertikal. Fasilitas di area perumahan, seperti kolam renang, taman, lapangan, gimnasium, dan tempat parkir biasanya digunakan bersama oleh pemiliknya. Jika terdapat renovasi besar pada fasilitas-fasilitas tersebut maka pemiliknya juga akan dikenai biaya tambahan.

Perbedaan Kondominium dan Apartemen

Kondominium dan apartemen memang sekilas memiliki banyak kesamaan dan sering dianggap mengacu pada hunian yang sama. Namun nyatanya kedua jenis hunian ini memiliki beberapa perbedaan, berikut adalah faktor pembedanya.

1. Status Kepemilikan

Umumnya, istilah ini mengacu pada kepemilikan unit di rumah atau bangunan hunian vertikal. Oleh karena itu mereka memiliki hak penuh terhadap kondominium yang mereka beli. 

Sedangkan apartemen, sifat kepemilikannya adalah menyewa satu atau beberapa unit dari gedung apartemen tersebut. Walaupun tak jarang banyak unit apartemen yang mulai dijual juga.

2. Perbedaan Kelas Harga

Umumnya, jenis kondominium cukup beragam dan harganya pun bervariasi. Namun secara global, nilai kepemilikan dari hunian ini cenderung lebih mahal dari apartemen.

Sama seperti kondominium, apartemen juga memiliki banyak variasi harga. Tetapi harganya memang jauh lebih bervariasi, karena untuk mendapatkan salah satu unitnya Anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam.

3. Karakteristik Bangunan

Karena harganya yang cenderung mahal, kondominium juga memiliki karakteristik bangunan yang umumnya lebih mewah daripada apartemen. Tidak hanya itu fasilitas yang disediakan juga lebih beragam dan banyak. Tidak hanya itu jumlah menaranya juga cenderung lebih sedikit.

Sedangkan apartemen, jumlah menaranya lebih banyak dan juga bangunannya biasanya lebih tinggi dari kondominium.

4. Pemeliharaan dan Perawatan 

Untuk merawat dan memelihara kondominium, penghuni memiliki tanggung jawab dan kuasa penuh atas huniannya.

Sedangkan pada apartemen, umumnya tenant atau penghuni dapat melaporkan kebutuhan terkait perawatan dan pemeliharaan dari unit hunian atau permasalahan lainnya pada pihak manajemen apartemen.

5. Pengelolaan dan Manajemen

Secara umum, manajemen dari kondominium terdiri dari dua jenis. Tipe pertama, pengelolaannya dikelola oleh penghuni langsung, sedangkan tipe kedua dikelola langsung oleh tim pengelola.

Sementara itu, apartemen biasanya dikelola oleh pengembang apartemen.

Baca Juga: Mengenal Ciri, Konsep dan Desain Rumah Ramah Lingkungan

Perbedaan Kondominium dengan Rumah Susun

Lantas, apa perbedaannya dengan rumah susun? Berikut adalah perbedaannya.

1. Kepemilikan

Rumah susun biasanya dimiliki oleh pemerintah atau swasta dan disewakan kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Sementara kondominium Unit hunian biasanya dijual kepada individu, sehingga penghuni adalah pemilik unit tersebut.

2. Fasilitas

Rumah susun memiliki fasilitas yang cenderung lebih sederhana dan terbatas. Sementara jenis kondominium jauh lebih mewah dan memiliki fasilitas yang lengkap.

3. Pengelolaan & Harga

Adapun pengelolaan kedua jenis bangunan memiliki perbedaan. Rumah susun memiliki pengelolaan dibawah pemerintah sementara kondominium dikelola oleh pihak swasta atau bahkan perorangan.

Harga rumah susun juga jauh lebih terjangkau.

Kelebihan Kondominium

Jenis hunian yang satu ini memiliki berbagai kelebihan yang membuatnya banyak dijadikan pilihan oleh masyarakat masa kini. Berikut adalah beberapa kelebihannya.

1. Berada di Lokasi yang Strategis

Umumnya, kondominium dibangun pada area urban hingga perkantoran yang sangat strategis. Tentu jarak antara hunian dan tempat bekerja adalah salah satu faktor penentu seseorang memilih hunian. Tak mengherankan bahwa pekerja kantoran dengan mobilitas di kota yang tinggi memilih tinggal di hunian ini.

Selain itu biasanya bangunan ini juga dibangun dekat dengan fasilitas sosial lainnya seperti rumah sakit, taman kota hingga terminal atau stasiun penghubung antar area.

2. Kaya Akan Fasilitas

Selain dekat dengan fasilitas umum yang disediakan oleh administratif kota, Anda juga dapat menikmati berbagai fasilitas yang disediakan oleh kondominium.

Salah satu daya tarik kondominium adalah banyaknya fasilitas yang diterima oleh penghuni, mulai dari kolam renang, tempat ibadah, area parkir luas, tempat berolahraga, hingga ruang hijau. Umumnya, fasilitas yang ditawarkan cukup bervariasi, tetapi hampir setiap kondominium menawarkan fasilitas yang menguntungkan untuk bisa bersaing satu sama lain.

3. Cocok untuk Gaya Hidup Urban yang Fleksibel  

Kondominium sangat cocok bagi Anda yang memiliki gaya hidup fleksibel dan memiliki mobilitas tinggi. 

Dengan status kepemilikan pribadi Anda dapat mengkreasikan hunian Anda sesuai dengan keinginan dan tetap mengikuti perkembangan terbaru dari sekitar Anda.

Baca Juga: Site Plan: Definisi, Fungsi, Komponen, Gambar & Cara Pengajuannya

Kekurangan Kondominium

Sebelum memutuskan untuk menggunakan kondominium sebagai hunian Anda, perhatikan beberapa kekurangannya di bawah ini sebagai bahan pertimbangan.

1. Area yang Kurang Luas

Selain itu, Anda merasa dibatasi dalam kebebasan bergerak di kondominium. Berbeda dengan tinggal di kawasan perumahan atau pemukiman biasa yang memberi Anda lebih banyak ruang untuk bergerak dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar. 

2. Tidak Memiliki Taman yang Luas

Seperti yang kita ketahui, kondominium memiliki area taman personal yang sempit. Pada umumnya, penghuninya akan merawat tanaman di bagian balkon mereka.

Solusinya Anda dapat merawat tanaman menggunakan pot yang lebih tidak memakan tempat. Atau bisa juga langsung menikmati area hijau yang telah disediakan manajemen sebagai fasilitas.

3. Beberapa Peraturan Mengikat

Sayangnya, bangunan bersama seperti kondominium memiliki peraturan yang mengikat dan juga terkadang tidak cocok dengan pribadi kita.

Contohnya adalah peraturan tidak boleh memelihara hewan di dalam unit, tidak boleh terlalu berisik karena dapat mengganggu penghuni unit sebelah dan lain sebagainya.

Baca Juga: 25+ Inspirasi Warna Cat Rumah Terlengkap untuk Hunian Anda

Tips Mendesain Kondominium Anda

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi gaya untuk kondominium sesuai dengan kepribadian Anda:

1. Sesuaikan Pencahayaan di Apartemen

Agar nuansa ruangan Anda tidak terlihat monoton, gunakan lebih dari satu jenis pencahayaan pada apartemen, yaitu melalui kombinasi lampu recessed yang menerangi setiap sudut ruangan, lampu langit-langit, seperti lampu gantung yang diletakkan untuk menerangi area tertentu. 

Wajar saja, karena Indonesia berada di daerah tropis, sinar matahari sangat melimpah. Kesempatan ini bisa kita manfaatkan untuk menghadirkan cahaya alami ke dalam rumah, apalagi jika rumah Anda menghadap ke utara atau selatan, yang intensitas cahaya matahari biasanya seragam.

Anda juga dapat menggunakan berbagai jenis sekat yang bisa Anda pasang di jendela Anda, yaitu sekat tipis untuk bagian dalam dan sekat tebal untuk bagian luar jika ingin privasi. Anda dapat memilih kaca film daripada tirai atau panel tradisional. 

2. Pilihlah Warna yang Cocok

Anda dapat menggunakan warna pastel agar ruang terlihat lebih luas atau menambahkan kaca atau cermin di beberapa sudut ruangan untuk membuat ruangan Anda tampak lebih luas.

Jangan gunakan hanya satu warna untuk interior apartemen. Gunakanlah warna yang berbeda untuk setiap ruangan yang berbeda dan memiliki fungsi tertentu, seperti ruang tamu, kamar tidur, ruang ganti, dll. Warna yang berbeda ini juga memberikan kesan pemisahan fungsional yang nyata antar ruangan. 

3. Aturlah Ruang dalam Kondominium Sesuai Tujuan Anda

Biasanya, saat memasarkan kondominium, pengembang menentukan masing-masing area sesuai dengan labelnya, misalnya ruang makan, area keluarga, ruang tamu, ruang baca, dll. 

Namun Anda perlu tahu bahwa Anda tidak harus mematuhi standar ini. Anda bisa menggunakan area yang diperuntukkan untuk ruang tamu saja sebagai tempat kerja, atau ruang makan menjadi satu dengan ruang keluarga. Cara ini dapat memaksimalkan potensi ruang di apartemen sesuai dengan kebutuhan Anda.  

4. Memilih Furniture yang Tepat

Bagian dalam kondominium
Contoh Kondominium (Foto: Pinterest)

Karena sebagian besar dari hunian ini memiliki ruang tamu yang relatif kecil, oleh karena itu sebaiknya Anda fokus pada ukuran dan penempatan furnitur. 

Letakkan furniture berukuran kecil, tidak terlalu besar, dan serbaguna. Misalnya, Anda bisa menggunakan rak buku. Selain untuk menyimpan buku, majalah, dan alat tulis, di sini Anda juga dapat menyimpan aksesoris yang sering digunakan dan barang-barang kecil seperti kunci, gunting kuku, gunting, dll.

Ada juga bangku, perabot ini bisa memiliki beberapa fungsi yaitu untuk menyimpan selimut atau bantal dan bisa juga digunakan sebagai meja samping. Selain itu, harus dipastikan bahwa furnitur dan penataan apartemen memperhatikan lalu lintas dan pergerakan orang di dalam apartemen. 

5. Menggunakan Karpet

Mengingat jarak antara satu unit dengan unit lainnya sangat dekat, ada yang kiri, kanan, belakang, depan, atas bahkan bawah kita, jadi ingatlah untuk menggunakan karpet yang tebal, meminimalisir lubang dan tebal untuk memasang wallpaper. 

Karpet ini membantu Anda mengecilkan volume suara dari unit Anda. Selain itu, Anda juga bisa mengganti lantai dengan lantai kayu yang terbukti menyerap suara lebih baik.

Dengan meredam suara di unit dan mengurangi volumenya, Anda tidak akan mengganggu tetangga Anda dengan kebisingan yang berasal dari dalam apartemen. Anda juga akan merasa lebih aman dan privasi karena tetangga tidak akan mendengar percakapan Anda. 

Kesimpulan

Demikian penjelasan terkait kondominium. Jenis hunian ini adalah jenis hunian yang penuh dengan fasilitas dan kemewahan yang premium bagi Anda.

Selain itu, material jenis bangunan ini memiliki ketahanan dan kualitas yang baik. Sehingga menciptakan suasana tempat tinggal yang nyaman dan menyenangkan.

Selain menyajikan artikel terbaru, Adimas hadir dengan berbagai produk asbes plafon dengan kualitas tinggi yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Dengan menggunakan produk Adimas, menjadikan bangunan Anda kokoh dan tahan lama.

Rekomendasi Artikel Terkait