Foyer: Penambah Estetika, Fungsi, dan Tips Desain Foyer yang Baik

Terakhir Diperbarui: 30 August 2023
Penulis:
Dilihat:
Daftar Isi

Foyer adalah salah satu ruangan yang membawa nuansa baru ke dalam rumah atau bangunan Anda. Area ini akrab dengan pengunjung atau tamu, dikarenakan letaknya yang menghubungkan pintu masuk dengan ruang-ruang utama dari rumah.

Artikel ini akan membahas definisi, fungsi, tips desainnya, hingga tipe-tipe yang menarik untuk dipelajari lebih lanjut.

Apa Itu Foyer

Foyer adalah istilah yang mengacu pada area atau ruang di depan pintu masuk utama sebuah gedung atau bangunan. Biasanya, area ini berfungsi sebagai ruang tunggu atau tempat pertemuan bagi orang yang ingin memasuki gedung atau ruangan.

Area ini seringkali dirancang dengan dekorasi yang menarik atau estetika spektakuler yang memberikan kesan pertama yang baik bagi orang yang masuk ke rumah. Beberapa desainnya mungkin memiliki elemen seperti area penerima tamu, tempat untuk pakaian atau jas, meja informasi atau tempat duduk.

Foyer dapat ditemukan di berbagai jenis bangunan seperti gedung perkantoran, teater, ruang kuliah, hotel, stasiun kereta api, dll. Selain itu, area yang satu ini juga bisa memiliki fungsi tambahan, seperti ruang pameran, ruang pertemuan atau tempat acara sosial.

Tak hanya itu, area ini juga bisa menjadi area transit penting untuk memfasilitasi pergerakan pengunjung atau karyawan ke berbagai bagian bangunan atau struktur. Oleh karena itu, desain dan perencanaan yang baik sangat penting untuk memastikan fungsi dan tujuan yang optimal bagi bangunan atau pengguna gedung.

Baca Juga: SketchUp: Pengertian, Sejarah, Fungsi, dan 4 Versinya

Fungsi Foyer

Tak hanya menjadi penambah unsur estetika dalam bangunan, area ini memiliki berbagai kegunaan. Berikut adalah beberapa fungsi foyer:

1. Memberikan kesan pertama yang baik

Seringkali kita menemui area ini pada berbagai gedung seperti hotel dan kantor. Dimana area ini berfungsi sebagai area resepsionis, yang merupakan hal pertama yang diperhatikan pengunjung saat masuk. Tidak mengherankan jika desainnya harus dirancang dengan baik untuk memberikan kesan pertama yang baik dan profesional kepada pengunjung.

2. Meningkatkan kenyamanan pengunjung

Selain memberi kesan yang baik, foyer juga dapat dimanfaatkan sebagai area tunggu atau berkumpulnya pengunjung sebelum memasuki ruangan atau area lain di gedung. Oleh karena itu, area ini dapat didesain dengan tempat duduk yang nyaman dan fasilitas lainnya seperti ruang untuk menjemur pakaian, ruang informasi dan toilet.

3. Mengatur alur pengunjung

Ketiga, fungsi foyer juga menjadi lorong yang mengarahkan lalu lintas pengunjung ke berbagai bagian bangunan. Oleh karena itu, area perlu dirancang dengan baik untuk memungkinkan arus lalu lintas yang efisien dan mudah diikuti oleh pengunjung.

Hindari ruang yang sempit dan kurang mudah dipahami oleh pengunjung. Buat area sejelas mungkin untuk mengantarkan mereka ke area utama.

4. Meningkatkan estetika dan penampilan bangunan

Fungsi utamanya tentu mengubah area masuk menjadi menonjol dan menarik perhatian pengunjung berkat desain interior dan estetika yang menarik. Penting untuk merancang area ini dengan baik meningkatkan citra keseluruhan bangunan dan berbicara tentang tingkat bangunan yang tinggi dan profesional.

5. Menawarkan acara dan pameran di area tersebut

Beberapa dari area ini bahkan dapat dirancang sebagai ruang acara atau pameran. Hal ini dapat meningkatkan penggunaan ruang dan membuka peluang untuk menyelenggarakan acara dan pameran di dalam gedung. Foyer bangunan memenuhi beberapa fungsi penting untuk membuat pengunjung merasa nyaman dan bangunan memenuhi standar yang tinggi.

Baca Juga: Mengenal Ciri, Konsep dan Desain Rumah Ramah Lingkungan

Tips Desain Foyer

tips desain foyer
Photo: Pinterest

Berikut ini adalah beberapa tips desain foyer yang dapat membantu Anda menciptakan ruang yang indah dan berfungsi dengan baik:

1. Pertimbangan sisi fungsionalitas

Pertimbangkan tujuan Anda sebelum membangun dan sesuaikan dengan fungsinya. Jika foyer berfungsi sebagai tempat menyambut tamu, pastikan ada area untuk meletakkan jaket, tas, atau barang bawaan lainnya. Jika foyer berfungsi sebagai area transisi dari luar ruangan ke dalam ruangan, pastikan areanya memiliki area penampungan sepatu dan payung.

2. Rencanakan tata letak

Selanjutnya buatlah rencana terkait tata letak yang jelas dan mudah di navigasi. Pastikan pintu masuk dan keluar mudah diakses dan jangan tempatkan furnitur atau elemen dekoratif di jalan masuk.

Selain itu, tata letak juga sangat mempengaruhi nilai estetika dari ruangan. Jadi jangan lupa untuk mempertimbangkannya dengan hati-hati.

3. Tentukan pencahayaan

Pencahayaan dapat mempengaruhi suasana hati dan suasana ruang. Pertimbangkan penggunaan pencahayaan yang tepat, baik itu alami atau buatan, untuk menciptakan suasana yang diinginkan.

4. Pilih warna yang tepat

Warna dapat mempengaruhi mood dan kesan visual dari suatu ruangan. Pilih warna yang sesuai dengan tema atau nuansa yang diinginkan. Warna netral seperti putih atau abu-abu cocok untuk tampilan modern dan minimalis, sementara warna cerah seperti merah atau kuning cocok untuk tampilan yang enerjik dan ceria.

5. Gunakan furnitur yang tepat

Furnitur seperti kursi, meja, dan rak sepatu dapat membantu memaksimalkan ruangan Anda. Pilih furnitur yang sesuai dengan ukuran ruang dan dapat berfungsi untuk memenuhi kebutuhan Anda.

Contohnya jika bangunan tersebut memiliki banyak pengunjung maka berikan furnitur seperti kursi panjang atau sofa yang memungkinkan pengunjung untuk duduk dan menikmati ruangan.

6. Tentukan elemen dekoratif

Elemen dekoratif seperti lukisan, patung, atau tanaman dapat memberikan sentuhan pribadi pada foyer Anda dan membuatnya terlihat lebih menarik. Pastikan elemen dekoratif yang dipilih sesuai dengan tema atau nuansa yang diinginkan.

Jika ingin menambah kesan estetika yang bersifat vintage maka Anda bisa mencoba furnitur bernilai vontage dengan pemilihan warna yang tepat.

7. Perhatikan keamanan

Selanjutnya, ada elemen paling penting yang perlu Anda perhatikan. Terutama jika foyer tersebut yang dikunjungi oleh banyak orang, dimana umumnya terjadi pada bangunan yang berfungsi untuk umum. Pastikan untuk mempertimbangkan keamanan dengan menginstal CCTV atau memasang petugas keamanan di area tersebut.

8. Pertimbangkan lantai yang tepat

Pilih jenis lantai yang bersifat tahan lama dan mudah dibersihkan. Sebaliknya, Anda juga dapat menggunakan karpet sebagai tambahan alas kaki yang dapat membuat tampilan foyer Anda menjadi lebih hangat dan nyaman.

Dengan mempertimbangkan tips-tips desain foyer di atas, Anda dapat menciptakan ruang foyer yang indah dan fungsional.

Baca Juga: Mengenal Struktur Bangunan Bentang Lebar Hingga Contohnya

7 Contoh Foyer Rumah

Selain mempertimbangkan tips di atas, Anda juga perlu menentukan tipe foyer manakah yang ingin digunakan. Berikut adalah daftar tipenya:

1. Foyer Tradisional

Tipe foyer ini biasanya terletak di dekat pintu depan dan memiliki ruang yang cukup besar. Tampilan tradisional diwujudkan dengan dekorasi kayu, furnitur bergaya klasik, dan karpet dengan motif floral.

2. Foyer Modern

Berbanding terbalik dengan tipe sebelumnya. Tipe ini cenderung minimalis dan bersih, dengan furnitur dan dekorasi yang simpel dan fungsional. Tampilan modern ini sering menggunakan warna netral seperti putih atau abu-abu dengan aksen warna cerah untuk menambahkan sedikit warna.

3. Foyer Transisi

Sesuai dengan namanya, area ini berada di antara dua ruangan yang berbeda. Tipe transisi biasanya menggunakan desain yang menggabungkan elemen dari kedua ruangan, seperti warna dan bahan yang sama atau elemen dekoratif yang serupa.

4. Foyer Eksentrik

Mengedepankan nilai estetika yang ada, tipe ini menggunakan dekorasi yang unik dan berbeda dari yang biasa ditemukan di tipe lainnya. Elemen seperti patung atau lukisan yang besar dan mencolok dapat menjadi fokus utama dari tampilan area ini.

5. Foyer Industri

Tipe ini menggunakan elemen dekoratif seperti pipa, besi, dan beton untuk menciptakan tampilan yang kasar dan edgy. Warna-warna yang sering digunakan adalah abu-abu, hitam, dan putih.

6. Foyer Tropis

Anda pasti familiar dengan tipe desain tropis. Secara umum, tipe ini menggunakan unsur-unsur tropis seperti bambu, rotan, dan daun pisang untuk menciptakan tampilan yang hangat dan alami. Pohon-pohon dan tanaman-tanaman tropis juga dapat menambahkan sentuhan hijau pada area hingga furnitur.

7. Foyer Kecil

Kali ini, terdapat tipe foyer bedasarkan ukurannya. Tipe ini biasanya berukuran kecil dan terletak di dekat pintu depan. Untuk membuat tampilan yang lebih menarik, gunakan furnitur dan dekorasi yang sederhana dan minimalis.

Setiap tipe foyer memiliki karakteristik yang unik dan dapat disesuaikan dengan preferensi pribadi dan kebutuhan ruangan Anda.

Dapatkan produk asbes terlengkap dari Adimas mulai dari asbes gelombang kecil, asbes rata, nok, hingga lisplang dengan berbagai motif dan ukuran untuk segala kebutuhan Anda. Cek selengkapnya pada laman resmi kami disini.

Rekomendasi Artikel Terkait