Pondasi Umpak: Arti, Fungsi, Kelebihan, & Kekurangannya

Published: 27 February 2024
Author:
Daftar Isi

Sebuah bangunan, tentu membutuhkan penopang untuk menjaga kestabilan supaya bisa berdiri dengan kokoh. Biasanya, ini menjadi peran dari pondasi umpak.

Pondasi umpak adalah salah satu jenis pondasi yang digunakan untuk menopang sebuah bangunan.

Terlebih lagi, pondasi merupakan struktur yang sangat penting dalam sebuah bangunan. Sebab, jika tidak ada pondasi, pasti bangunan tidak berdiri dengan stabil.

Maka dari itu, pada artikel ini akan membahas mengenai pengertian,  fungsi, kelebihan, dan kekurangan pondasi umpak.

Berikut, kami berikan pembahasan lebih lengkapnya!

Apa itu Pondasi Umpak?

Pondasi umpak adalah salah satu jenis pondasi yang terbuat dari beton maupun batuan alami yang mencakup beton cor tanpa tulang, bata, batu kali, dan bebatuan alami lainnya. Jenis pondasi ini sering kali dibuat dengan bentuk kotak, lesung, dan kubus.

Secara umum, jenis pondasi ini biasa dipakai untuk rumah yang sederhana yang mana dindingnya terbuat dari papan atau anyaman bambu.

Selain itu, pondasi umpak juga sering dipakai untuk beberapa segmen bangunan. Mulai dari restoran, gazebo, hingga saung-saung.

Kemudian, pondasi ini nantinya dibangun di atas tanah yang sebelumnya sudah dipadatkan. Pondasi ini ditanam di dalam tanah yang ukuran tinggi serta lebarnya harus disesuaikan dengan estimasi berat bangunan.

Ketika jenis ini digunakan untuk bangunan lebih berat, maka dimensinya akan lebih besar dan ditanam lebih dalam di tanah.

Fungsi Pondasi Umpak

Proses pembuatan pondasi umpak pada bangunan gedung
Contoh pembuatan pondasi. (Sumber: Freepik.com)

Sebelum membuat sebuah bangunan, maka pondasi merupakan hal yang perlu diperhatikan. Sebab, pondasi menjadi aspek paling krusial dalam struktur bangunan yang mempunyai beberapa fungsi.

Berikut ini, beberapa fungsi pondasi umpak yang perlu Anda pahami:

1. Memperkuat konstruksi bangunan

Salah satu peran utama dari pondasi ini adalah untuk memperkuat konstruksi bangunan secara keseluruhan.

Sebab, pondasi ini berfungsi sebagai penyeimbang yang membantu memperkuat struktur bangunan. Tentu, bisa menahan beban lebih kuat dan membuat bangunan menjadi kokoh.

2. Penyangga elemen

Fungsi pondasi umpak lainnya adalah sebagai elemen penyangga konstruksi dalam bangunan. Tujuannya untuk menopang beban pada bangunan.

Terlebih lagi, jika beban yang ditopang terlalu besar dan penyangga melebihi batas akan mengalami penekukan.

Maka dari itu, pondasi jenis umpak yang memiliki diperlukan karena bisa menahan beban yang lebih besar.

3. Membatasi kontak langsung antara tanah dan material

Terakhir, pondasi ini berfungsi untuk membatasi kontak antara tanah dan material konstruksi, seperti logam dan kayu.

Sebab, material konstruksi yang mudah mengalami korosi akan lebih mudah rusak, sehingga akan mempengaruhi ketahanan bangunan. 

Maka dari itu, pondasi ini dibutuhkan untuk membatasi tanah dan material konstruksi supaya kelembaban tanah tidak mempengaruhi ketahanan bangunan.

Kelebihan Pondasi Umpak

Melalui beberapa fungsi di atas, tentu pondasi ini mempunyai kelebihan dalam membantu menopang sebuah bangunan.

Kelebihan pondasi umpak adalah sebagai berikut:

1. Tahan terhadap guncangan

Sistem pondasi ini dirancang untuk meratakan guncangan yang diterima rumah, sehingga lebih cocok digunakan di daerah rawan gempa.

Dengan demikian, pondasi jenis umpak diklaim mempunyai ketahanan lebih baik terhadap guncangan gempa. Selain itu, jenis struktur bangunan satu ini juga cocok dan aman untuk bangunan ringan.

2. Pengerjaan lebih cepat

Bentuk detail pondasi umpak ini jauh lebih sederhana dibandingkan jenis lainnya. Hal ini karena proses pengerjaannya tidak begitu rumit dan cepat.

Kondisi tersebut tentu memungkinkan bangunan lebih cepat jadi. Mulai pembangunan rumah, gazebo, da lainnya.

3. Bentuk sederhana

Kelebihan pondasi umpak adalah bentuknya yang sederhana. Hal ini membuat proses pemasangan dan penyambungan pondasi dengan struktur bangunan lainnya menjadi lebih mudah.

4. Melindungi kolom bangunan

Terakhir, pondasi jenis ini juga mampu untuk melindungi kolom bangunan yang terbuat dari kayu supaya tidak bersentuhan langsung dengan tanah.

Tujuannya, supaya material bangunannya tidak cepat mengalami kerusakan akibat kondisi tanah yang lembab.

Kekurangan Pondasi Umpak

Selain beberapa kelebihan di atas, terdapat pula kekurangan dari penggunaan pondasi ini yang perlu dipertimbangkan.

Sayangnya, kekurangan pondasi umpak adalah tidak cocok untuk menahan bangunan dengan beban yang lebih berat.

Sebab, bangunan yang berat harus menggunakan pondasi kuat, seperti pondasi tiang pancang. Kendati demikian, jenis pondasi ini lebih cocok untuk bangunan yang sederhana dan bangunan lantai satu.

Cara Pemasangan Pondasi Umpak

Jika Anda sudah mengetahui tentang kelebihan dan kekurangan pondasi umpak, maka selanjutnya memahami cara pemasangannya.

Sebelum proses pemasangan, tentu dilakukan pembuatan pondasinya terlebih dahulu. Proses pembuatannya harus disiapkan rangkaian besi yang digunakan untuk menahan semen saat pengecoran.

Kemudian, lakukan pemasangan cor sloof dengan rapi dan tepat pada tempatnya. Jika sudah, bisa mencetak semen pondasi dengan adonan yang pas dan dilanjutkan pengecoran dan pemasangan besi.

Apabila pengerjaannya sudah selesai, maka ditunggu 12 sampai 24 jam supaya beton kering dan kuat. Selanjutnya, bisa membongkar sloof dan tumpuk dengan pondasi umpaknya.

Kemudian, bisa mulai menggali tanah dan memasukkan pondasinya dengan tepat sesuai perhitungan yang dilakukan.

Terakhir, pasang sloof di atas pondasi. Kemudian, kembali lakukan pengecoran di antara sloof dan pondasi.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Pemasangan Pondasi Umpak

Setelah mengetahui cara pemasangannya, Anda juga wajib memahami hal apa saja yang harus diperhatikan saat proses pemasangannya.

1. Perhatikan ukuran dan kondisi tanah

Pertama, harus memperhatikan ukuran dan kondisi tanah untuk memastikan keamanan dan stabilitas bangunan. Ukuran detail pondasi umpak juga bervariasi, karena tergantung kondisi tanah serta berat bangunannya.

Umumnya, ukuran penampang bawah sekitar 60 x 60 cm dengan tinggi 90 cm. Sementara itu, penampang atas berkisar 25 x 25 cm.

Kemudian, bagian yang tertanam minimal harus 30 cm supaya lapisan tanah yang keras bisa menahan beban bangunan.

2. Memperhatikan kepadatan tanah

Kedua, Anda harus memastikan bahwa kepadatan tanah setiap pondasi sudah sama, sehingga beban yang ditopang sama rata. Jika tidak rata, maka bisa jadi konstruksi bangunan tidak kuat dan miring yang mengakibatkan bangunan roboh.

3. Bahan kuat

Terakhir, bahan yang digunakan harus kuat dan tahan lama, karena bisa mempengaruhi kemampuan ketika menopang bangunan. Jika tidak, maka akan membuat bangunan bisa roboh akibat pondasi tidak kuat.

Apakah Anda sudah memahami terkait pondasi jenis umpak untuk bangunan? Tentu, melalui pembahasan di atas menjadi lebih paham, bukan?

Pada intinya, pengertian pondasi umpak adalah jenis pondasi yang terbuat dari beton maupun batu alami dan berfungsi sebagai penopang  serta memperkuat konstruksi bangunan.

Selain pondasi, ada aspek lain yang juga penting di dalam bangunan, terutama atap rumah. Atap sendiri berfungsi sebagai pelindung bangunan dari panas dan hujan.

Biasanya, atap menjadi bagian yang riskan dalam sebuah bangunan karena sering mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem, seperti hujan atau matahari yang menyengat.

Kendati demikian, sekarang ini sudah terdapat solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yakni menggunakan Lisplang dari Adimas.

Sebab, produk tersebut dibuat dengan kualitas yang sudah memenuhi standar kelayakan konstruksi, sehingga tahan terhadap air maupun api.

Jika tertarik menggunakan produk Lisplang untuk kebutuhan struktur bangunan Anda, bisa segera hubungi kami dan konsultasikan secara gratis!

Rekomendasi Artikel Terkait