Apa Itu Bekisting, Fungsi, Jenis, Syarat dan Perawatannya

Published: 1 February 2023
Author:
Daftar Isi

Dalam dunia konstruksi, terdapat banyak tahap yang harus dilalui sebelum akhirnya pada proses pembangunan sebuah gedung, rumah atau tempat umum. Salah satu teknik atau proses penting dalam pembangunan adalah bekisting atau formwork. Proses ini sangat membantu karena memanfaatkan penggunaan teknologi dalam prosesnya. 

Di kalangan pekerja konstruksi, formwork sudah terkenal dan mulai dipakai sejak beberapa tahun lalu. Dengan teknik ini, tidak hanya mempermudah pekerjaan, tetapi akan menghasilkan kontruksi yang maksimal dan juga efisien dalam jangka waktu yang panjang. 

Maka dari itu, artikel ini akan menyajikan beberapa informasi yan rinci seputar apa itu bekisting, fungsi, jenis-jenisnya, kelebihan, syarat, dan harganya.

Apa itu Bekisting?

Dalam konstruksi, bekisting atau formwork merujuk pada penggunaan penyangga dan modul untuk membangun bangunan dari beton dengan menuangkan beton ke dalam modul tersebut. Bekisting dapat terbuat dari baja, kayu, aluminium, atau bentuk prefabrikasi. Bekisting, juga dikenal sebagai cetakan, berperan sebagai struktur penyangga yang digunakan untuk menuangkan beton segar dan membiarkannya mengeras.

Formwork adalah proses yang melibatkan penggunaan cetakan sementara atau permanen untuk menuangkan beton atau bahan lainnya. Cetakan penutup ini didukung oleh pekerjaan konstruksi beton. Secara singkat, cetakan adalah proses pembentukan dan penyanggaan beton hingga beton tersebut cukup kuat untuk menopang dirinya sendiri.

Kelebihan Bekisting

Bekisting saat proses pembangunan sebuah bangunan sekitar 5 lantai
Bekisting Saat Proses Pembangunan

Penggunaan formwork dalam konstruksi telah membawa beberapa manfaat yang tidak dapat digantikan dengan teknologi lain. Maka dari itu, di bawah ini akan dijelaskan tentang beberapa kelebihan formwork.

1. Hasil Kualitas Baik 

Formwork memberikan kontrol yang baik dalam proses pengecoran beton, sehingga menghasilkan struktur dengan kualitas yang tinggi dan presisi. Dengan menggunakan formwork yang tepat, Anda dapat mencapai permukaan beton yang halus, rata, dan bebas dari cacat atau retakan.

2. Hemat Waktu 

Penggunaan formwork yang efisien dan terencana membantu mempercepat proses konstruksi. Formwork yang baik memungkinkan pengecoran beton dilakukan dengan cepat dan efektif, mengurangi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek.

3. Keselamatan Kerja Pekerja Yang Terjamin

Dalam industri konstruksi, keselamatan pekerja adalah hal yang menjadi prioritas. Formwork yang kokoh dan terpercaya, memberikan keamanan kepada para pekerja selama proses pengecoran. Dengan menggunakan formwork yang tepat, risiko kecelakaan akibat penurunan beton atau keruntuhan struktur dapat dikurangi secara signifikan.

Jenis Bekisting 

Berikut ini adalah beberapa jenis formwork yang umumnya dipilih oleh tukang dalam proses pembangunan. Pembagian ini didasarkan pada bahan yang digunakan.

1. Bekisting Fiberglass

Bekisting Fiberglass berbentuk silinder berwarna biru sedang diangkut pickup
Gambar Bekisting Fiberglass/ Garuda Jaya

Formwork Fiberglass menggunakan bahan serat kaca yang kuat dan ringan. Jenis ini tahan terhadap korosi, mudah dipasang, dan dapat digunakan dalam berbagai kondisi cuaca. Formwork Fiberglass juga memiliki permukaan yang halus, sehingga menghasilkan beton dengan kualitas yang baik.

2. Bekisting Kayu 

Bekisting Kayu triplek yang tersusun membentuk struktur pondasi bangunan
Gambar Bekisting Kayu/ Pinterest

Formwork Kayu adalah jenis yang paling umum dan sering digunakan dalam konstruksi. Bahan kayu mudah didapatkan, terjangkau, dan dapat dengan mudah diolah sesuai kebutuhan. Formwork Kayu juga fleksibel, sehingga dapat digunakan untuk membentuk berbagai bentuk struktur.

3. Bekisting Aluminum 

Bekisting Aluminum yang membentuk struktur dinding bangunan
Gambar Bekisting Aluminum/ Pinterest

Formwork Aluminium memiliki kelebihan yaitu ringan, tahan lama, dan mudah dipasang. Jenis ini sering digunakan dalam proyek-proyek dengan pengecoran repetitif dan waktu yang terbatas. Formwork Aluminium memiliki kestabilan yang baik dan memungkinkan pengecoran yang efisien.

4. Beskiting Knockdown 

Bekisting Knockdown yang membentuk sebuah struktur dinding bangunan
Gambar Bekisting Knockdown/ Pinterest

Formwork Knockdown, juga dikenal sebagai formwork modular, terdiri dari komponen yang dapat dipasang dan dilepas dengan mudah. Jenis ini memungkinkan penggunaan kembali yang efisien, menghemat biaya dan waktu dalam proyek konstruksi. Formwork Knockdown umumnya terbuat dari bahan seperti aluminium atau baja.

Dengan memilih jenis bekisting yang tepat, konstruksi dapat dilakukan dengan lebih efisien dan hasil yang memuaskan. Setiap jenis formwork memiliki kelebihan dan karakteristiknya sendiri, dan pemilihan tergantung pada kebutuhan proyek dan preferensi pribadi.

Persyaratan Bekisting yang Baik

Dalam proses pembuatan cor beton pada bangunan, penggunaan formwork sangat penting. Formwork berperan besar dalam memastikan kelancaran proses pengecoran sehingga beton yang dihasilkan sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, penting untuk membuat formwork dengan baik dan benar. Dalam rangka mencapai hasil yang optimal, perancangan formwork harus memperhatikan persyaratan khusus yang akan mendukung kualitas akhir dari cor beton sebagai berikut.

1. Memisahkan Benda Hidup dan Mati

Benda hidup yang dimaksud di sini adalah seperti tanaman. Penting untuk mentolerir benda hidup serta mati supaya bahan yang tidak dapat bersatu dapat dipisahkan.

2. Tahan Terhadap Air 

Secara praktis, memiliki sifat tahan air lebih menguntungkan. Ketika proses, menjaga formwork tetap dalam keadaan baik serta tidak lembab sangat penting karena dapat berpengaruh pada kualitas hasil akhir. Maka dari itu penting demi tahan air sehingga tidak menyerap air dari beton.

3. Pencegahan Distorsi 

Seluruh bekisting harus dibuat dan didukung dengan cara yang kaku demi mencegah distorsi serta mempertahankan bentuknya.

4. Memastikan sambungan aman 

 Sambungan-sambungan harus cukup aman demi mengurangi kebocoran pada semen.

6. Menggunakan segmen berbeda

Segmen yang berbeda harus digunakan demi membangun konstruksi beton. Proses ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah kerusakan beton saat melepas bekisting. 

7. Memperhatikan biaya bahan

Bahan dari pembangunan formwork harus terjangkau, dapat diakses secara luas, dan ideal untuk digunakan kembali.

8. Memastikan konstruksi sesuai 

Bekisting harus tepat disejajarkan dengan garis target, dan level harus memiliki permukaan yang rata. Dengan begitu, hasil akhir bekisting akan sesuai dengan rencana dan target awal. 

Bagaimana Cara Membuat Bekisting?

Formwork dibangun dengan berbagai cara dan proses untuk berbagai konstruksi yang menggunakan berbagai material. Berikut adalah rangkaian proses cara membuat bekisting yang perlu Anda ketahui.

1. Memilih Bahan Permukaan 

Pertama, tentukan bahan yang akan digunakan sebagai permukaan formwork. Pilihan bahan dapat mencakup kayu, baja, aluminium, atau bahan campuran tergantung pada kebutuhan proyek dan preferensi. Pastikan bahan yang dipilih kuat, tahan lama, dan sesuai dengan permukaan yang diinginkan untuk beton yang akan dicor.

Baca Juga: Prinsip Arsitektur Neo Vernakular, Ciri-Ciri dan 8 Contohnya

2. Memadukan Konstruksi 

Bentuk dan susunlah formwork sesuai dengan desain dan dimensi yang diperlukan. Pastikan formwork terpasang dengan kokoh dan rapi, mengikuti pola dan konfigurasi yang telah direncanakan. Pastikan juga bahwa formwork memiliki sistem penyangga yang cukup kuat untuk menahan beban beton yang akan dicor.

3. Memperkuat Konstruksi Bangunan

Selanjutnya, pastikan formwork telah diperkuat dengan baik untuk mencegah deformasi atau pergeseran selama proses pengecoran. Gunakan sistem penguat seperti baut, pengikat, atau penyangga tambahan jika diperlukan untuk menjaga stabilitas dan kekuatan formwork.

4. Melakukan Pengecekan Akhir

Sebelum pengecoran, lakukan pemeriksaan terakhir terhadap semua bagian formwork. Pastikan tidak ada kebocoran, celah, atau kelemahan yang dapat mengakibatkan kebocoran beton atau kehilangan bentuk yang diinginkan. Periksa juga kekokohan dan ketepatan formwork sebelum menuangkan beton.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat membuat bekisting yang kokoh, rapi, dan sesuai dengan kebutuhan proyek. Pastikan untuk memilih bahan yang tepat, memadukan konstruksi dengan hati-hati, memperkuat formwork, dan melakukan pemeriksaan akhir sebelum melakukan pengecoran beton.

Bagaimana Cara Merawat Bekisting?

Orang yang sedang membuat bekisting
Perawatan Bekisting

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka formwork juga perlu dirawat. Penting untuk melakukan perawatan setelah hasil akhir proses, karena dapat menjaga konstruksi agar tetap awet serta terjaga kualitasnya. 

1. Membersihkan Permukaan Cetakan 

Setelah setiap penuangan beton, bersihkan permukaan cetakan. Meski mudah, Anda harus segera membersihkan setelah melepasnya dari dinding. Saat beton masih hijau, Anda bisa membersihkan cetakan dengan kantong goni dan air.

2. Proses Bekisting dengan Minyak

Anda dapat menjaga konstruksi terlihat baru selama bertahun-tahun dengan meminyaki sebelum dan sesudah digunakan. Jika dibandingkan dengan biaya pembelian baru, oli formulir merupakan biaya pemeliharaan yang kecil.

3. Menggunakan Minyak Pasif 

Anda dapat menggunakan minyak bentuk pasif jika bentuk Anda terbuat dari baja. Dibandingkan dengan minyak bentuk reaktif, minyak bentuk pasif akan meninggalkan bentuk beton Anda dengan lebih sedikit debu.

Anda sebaiknya hanya menggunakan lapisan tipis minyak bentuk saat mengaplikasikannya. Jika Anda menggunakan terlalu banyak minyak cetakan, cetakan akan tertutup debu begitu beton dituangkan, dimana akan membutuhkan waktu lebih lama demi dibersihkan.

4. Memastikan Terawat dengan Baik

Bagian beton akan terus menjadi aset berharga dimana menghasilkan pendapatan jika terus diperbarui secara teratur. Anda harus selalu memastikan bahwa formwork dibersihkan serta dirawat secara menyeluruh setelah setiap pengecoran beton. 

Kesimpulan 

Bekisting mengacu pada konstruksi tambahan di mana cetakan permanen atau sementara digunakan. Beton segar dituangkan ke dalam cetakan yang kemudian mengeras. 

Penggunaan tiap jenis beksiting bergantung pada anggaran proyek serta tujuan strukturnya. Daftar bahan umum dimana digunakan demi konstruksi termasuk baja, kain, aluminium, serta plastik.

Setelah melakukan proses, maka ini perlu dilakukan tahap selanjutnya yaitu perawatan sebagai upaya membuat bekisting tahan lama serta terjaga pada kualitas nya.

Cek produk terbaru dari Adimas mulai dari pembelian asbes gelombang kecil, asbes rata, nok, hingga lisplang dengan berbagai motif dan ukuran. Cek selengkapnya pada laman resmi kami disini.

Rekomendasi Artikel Terkait