Tips dan Cara Menghitung Kemiringan Atap yang Tepat dan Efektif

Terakhir Diperbarui: 24 May 2024
Penulis:
Dilihat:
Daftar Isi

Cara menghitung kemiringan atap menjadi bagian integral dalam desain arsitektur dan struktur rumah. Maka dari itu, Anda harus mengetahui bagaimana cara menghitungnya dengan baik dan benar.

Kemiringan atap bukanlah sekadar estetika, tetapi juga memengaruhi fungsionalitas dan daya tahan struktur bangunan.

Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui secara mendalam cara menghitung kemiringannya berikut ini.

Cara Menghitung Kemiringan Atap yang Efektif

Kemiringan atap rumah merujuk pada sudut atau tingkat kemiringan yang dimiliki oleh permukaan atap rumah terhadap horizontal.

Kemiringan sangat penting karena dapat memengaruhi aliran air hujan agar mengalir masuk ke dalam tanah.

Terdapat standar kemiringan atap yang biasanya digunakan. Biasanya atap memiliki kemiringan sebesar 30 derajat.

Lantas, bagaimana cara menghitung kemiringan atap 30 derajat? Dalam pembangunan konstruksi, dibutuhkan perhitungan yang baik dan benar.

Berikut adalah cara menghitung luas atap dengan kemiringan 30 derajat:

1. Cara Menghitung Kemiringan Atap 30 Derajat

Sudut kemiringan atap pada umumnya diukur dalam satuan derajat, seperti contohnya dengan kemiringan sebesar 30 derajat.

Arsitek akan merancang atap menggunakan sudut tersebut. Standar ini merupakan norma yang umum digunakan dalam dunia konstruksi.

Anda dapat melihat panduannya pada tabel sudut kemiringan atap berikut ini:

Panduan sudut kemiringan atap
Tabel sudut kemiringan atap (Sumber: atsunday.com)

2. Cara Menghitung Kemiringan Atap dengan Tinggi

Metode mengukur kemiringan ini sering digunakan oleh banyak tukang bangunan karena memiliki tingkat kesulitan yang rendah dan mudah dimengerti.

Sebab, penghitungannya memang lebih sederhana. Setelah mengenal berbagai jenis atap rumah, kini saatnya Anda mengenal cara menghitung luas atap rumah dengan kemiringan tertentu. 

Berikut adalah rumus kemiringan atap:

Luas atap rumah = (panjang x lebar) / cosinus (z)

Keterangan:

  • Z = sudut kemiringan atap rumah.
  • Cosinus = perbandingan antara sisi segitiga yang terletak pada sudut dengan sisi miring.
  • Setelah itu, pastikan untuk menggunakan satuan meter persegi saat menghitung luas atap (m2).

Contohnya:

Sebuah atap rumah memiliki ukuran 7 meter x 15 meter dengan overstek 1 meter. Sudut kemiringan tersebut adalah 30 derajat.

Maka untuk menghitung luas atap adalah berikut:

Luas atap rumah = (7 meter + 2 meter) x (15 meter + 2 meter) / cosinus/cos 30)

= (9 meter x 17 meter) / cos 30

= 184,33 meter persegi.

Jenis Tingkat Kemiringan Atap Rumah Berdasarkan Nilai Derajat

Jika Anda ingin mengetahui tingkat kemiringan berdasarkan jenis atap rumah, gunakan satuan derajat seperti di bawah ini:

  • 15 – 25 derajat: Kemiringan atap seng
  • 25 – 35 derajat: Kemiringan atap metal
  • 30 – 90 derajat: Kemiringan atap aspal
  • 30 – 35 derajat: Kemiringan atap beton
  • Rentang 30 derajat: Kemiringan atap genteng dan keramik
  • 0 derajat: Kemiringan atap dak
  • 5 – 60 derajat: Kemiringan atap spandek
  • 2 – 90 derajat: Kemiringan atap kaca

Tips Mengetahui Tinggi Ideal Atap Rumah

Mengetahui tinggi yang ideal untuk atap rumah tidak hanya memberikan keuntungan dari segi estetika, tetapi juga memberikan kenyamanan.

Atap yang memiliki ketinggian yang sesuai tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memperbaiki sirkulasi udara di dalam rumah.

Hal yang perlu Anda perhatikan pertama kali ketika menentukan tinggi atap rumah yang ideal adalah iklim di sekitar lingkungan Anda.

Atap rumah modern dengan ketinggian yang lebih tinggi sangat sesuai untuk rumah yang berlokasi di daerah beriklim tropis.

Hal ini dikarenakan atap yang tinggi memudahkan udara panas untuk naik dan bersirkulasi dengan udara yang lebih sejuk.

Sebaliknya, atap yang lebih rendah lebih cocok untuk rumah yang dibangun di daerah beriklim dingin karena dapat mempertahankan panas untuk periode waktu yang lebih lama.

Di Indonesia, tinggi atap yang ideal berkisar pada 3 sampai 4 meter saja. Dengan tinggi tersebut, pertukaran udara dapat berlangsung dengan lancar, dan udara panas pada siang hari dapat diredam tanpa menggunakan pendingin ruangan.

Tips Memasang Atap Rumah yang Benar

Pemilihan atap yang baik dan benar dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi Anda.

Selain itu, penyambungan material antar komponen juga perlu memiliki kekuatan dan ketahanan yang kokoh.

Maka dari itu, perhatikan beberapa tips memasang atap rumah yang benar berikut ini:

1. Pastikan Material Penutup Tertata Sempurna

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah material penutup harus tertata secara sempurna agar tidak terjadi kebocoran jika turun hujan.

Upaya ini juga dapat mencegah atap terlepas dengan sendirinya akibat cuaca yang buruk atau terjangan angin yang kuat.

2. Gunakan Bahan yang Berkualitas

Jika Anda hendak memasang atap, gunakanlah bahan material yang berkualitas, tahan air, dan tebal. Upaya ini bertujuan agar sambungan atap tidak mudah bocor.

3. Pertimbangkan Kemiringan Atap

Bentuk atap juga harus menjadi bahan pertimbangan Anda sebelum memasang atap rumah.

Anda juga harus menyesuaikan kemiringannya dengan iklim yang ada di Indonesia.

Hal ini karena air hujan dapat mengalir dengan cepat ke bawah tanpa perlu mengendap terlebih dahulu di atap.

Itulah dia penjelasan lengkap terkait kemiringan atap rumah beserta cara menghitung, jenis, dan cara memasangnya.

Atap rumah merupakan aspek penting yang harus Anda perhatikan dalam pembangunan rumah.

Bahan yang berkualitas dan bagus juga dapat melindungi rumah Anda dari terjangan cuaca buruk dan hujan deras.

Jika Anda menginginkan atap dengan kualitas baik, gunakan atap asbes gelombang kecil dan nok dari Adimas.

Adimas sebagai distributor asbes di Malang menyediakan produk dengan standar SNI dengan harga yang terjangkau. Kunjungi website Adimas sekarang untuk mendapatkan informasi lebih lengkap terkait produk unggulan kami.

Rekomendasi Artikel Terkait