Bracing adalah: Definisi, 9 Teknik dan Cara Pemasangan

Terakhir Diperbarui: 15 July 2024
Penulis:
Dilihat:
Daftar Isi

Bracing adalah salah satu istilah dalam dunia konstruksi, yaitu metode yang digunakan untuk memperkuat struktur dengan menambahkan komponen tambahan agar struktur tersebut menjadi lebih kuat dan stabil.

Metode ini dapat diaplikasikan pada berbagai macam struktur, termasuk bracing jembatan, bangunan, menara, rumah, dan struktur yang lain.

Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui secara lengkap apa itu bracing beserta bahan, fungsi, manfaat, dan cara memasangnya berikut ini.

Apa itu Bracing?

Bracing artinya adalah sebuah teknik dalam konstruksi bangunan ini memiliki peran krusial dalam memperkuat dan menjaga kestabilan berbagai jenis struktur. Teknik ini juga dinamakan sebagai wind bracing.

Sederhananya, bracing adalah metode yang digunakan untuk memperkokoh struktur bangunan dengan menambahkan komponen atau elemen tambahan.

Selain itu, teknik ini juga untuk mengatasi beban lateral, seperti terjangan angin atau gempa bumi yang dapat mengancam kestabilan struktur bangunan.

Fungsi Bracing

Teknik ini memiliki berbagai macam fungsi untuk berbagai macam konstruksi bangunan. Berikut ini adalah fungsi-fungsi dari teknik bracing:

1. Meningkatkan Kekuatan Struktural

Fungsi utama dari bracing adalah meningkatkan kekuatan struktural suatu bangunan.

Dengan menambahkan elemen tambahan, struktur dapat lebih efektif menahan tekanan lateral yang dapat terjadi akibat angin, gempa, atau beban lainnya.

2. Mencegah Deformasi Berlebihan

Bracing adalah upaya untuk membantu mencegah deformasi berlebihan pada struktur bangunan.

Teknik ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan dan memperpanjang umum struktur bangunan.

3. Menjaga Stabilitas Selama Konstruksi

Selama proses konstruksi, bracing juga digunakan untuk menjaga stabilitas sementara struktur bangunan.

Seiring dengan pertambahan elemen struktural, bracing dapat memberikan penyangga sementara sehingga struktur tidak roboh selama fase konstruksi.

Upaya ini adalah langkah kritis untuk memastikan keamanan struktur dan mencegah kemungkinan kecelakaan selama pembangunan.

4. Distribusi Beban yang Merata

Fungsi bracing adalah mendistribusikan beban secara merata di seluruh struktur bangunan.

Tanpa adanya bracing, beban lateral dapat menjadi tidak seimbang dan menyebabkan tekanan yang tidak merata pada elemen struktur bracing.

5. Mengoptimalkan Desain Struktural

Fungsi bracing juga melibatkan kemampuannya untuk mengoptimalkan desain struktural secara keseluruhan.

Dengan memanfaatkan bracing dengan bijak, Anda dapat menciptakan struktur bangunan yang lebih efisien dan ekonomis.

Desain struktural yang baik dengan penggunaan bracing yang tepat dapat mengurangi kebutuhan bahan material, waktu konstruksi, dan biaya keseluruhan. 

6. Peningkatan Masa Pakai Stuktur

Selain berfungsi untuk menjaga kestabilan bangunan, bracing juga penting dalam meningkatkan masa pakai struktur bangunan.

Dengan penerapan bracing yang sesuai, struktur bangunan akan lebih mampu menanggulangi deformasi atau kerusakan material dalam periode waktu yang lebih lama.

Hal ini menandakan bahwa keberadaan bracing memiliki peran penting dalam penguatan dan perlindungan struktur dari potensi kerusakan serta deformasi yang dapat memengaruhi daya tahan strukturalnya.

Bahan Bracing

Bahan yang digunakan dalam bracing memiliki peran dalam menentukan keandalan dan daya tahan struktur.

Pilihan bahan dapat bervariasi tergantung pada struktur, kebutuhan desain, dan beban yang diterima. 

Beberapa bahan umum yang digunakan untuk bracing adalah sebagai berikut:

1. Bracing Baja

Baja merupakan pilihan yang paling umum digunakan dalam bracing karena daya tahannya yang tinggi dan kemampuannya untuk menahan tekanan lateral dengan baik.

Bahan ini juga tahan terhadap korosi, menjadikannya pilihan ideal untuk lingkungan yang keras.

2. Bracing Kayu

Dalam struktur kayu, bracing dapat terbentuk dari balok atau susunan kayu yang dipasang secara diagonal atau bersilang.

Sifat fleksibilitas kayu dapat Anda manfaatkan untuk memberikan kekakuan tambahan pada struktur bangunan.

3. Bracing Aluminium

Aluminium merupakan bahan yang lebih ringan daripada baja, tetapi tetap memiliki kekuatan yang baik.

Bahan ini sering digunakan dalam situasi di mana berat struktur menjadi faktor kritis. Anda bisa menemukan bracing berbahan aluminium ini pada bangunan industri atau komersial.

4. Bracing Beton Bertulang

Pada struktur beton bertulang, bracing dapat terdiri dari elemen beton bertulang, seperti dinding penopang atau balok.

Beton bertulang dapat memberikan kemampuan yang baik dalam menahan beban lateral.

Jenis Bracing

Bracing memiliki berbagai macam jenis. Jenis ini sesuai dengan ketentuan dan preferensi pengguna dalam membangun sebuah bangunan dan konstruksi.

1. Bracing Diagonal

Jenis penguat struktur yang terdiri dari balok atau tiang diagonal yang ditempatkan secara diagonal pada struktur disebut bracing diagonal.

2. Bracing Eksentrik

Penerapan jenis bracing ini biasanya pada struktur baja karena menggunakan elemen eksentrik atau offset untuk meningkatkan efisiensi dan daya tahan terhadap beban lateral.

3. Bracing Kabel

Berguna untuk memberi kekakuan dan stabilitas pada struktur cukup menggunakan kabel baja saja. Gaya lateral sangat ringan dan transparan membuat jenis ini cukup mudah penerapannya.

4. Bracing Rigid Frame

Jenis sistem bracing yang menggunakan banyak kerangka balok atau tiang untuk meningkatkan kestabilan pada struktur. Dengan adanya jenis ini, struktur akan lebih tahan lama terhadap beban lateral dan memperlambat kerusakan sehingga kerangka bangunan akan tahan lama.

5. Bracing Turbular

Berfungsi untuk memperkuat struktur agar stabil dan menahan beban lateral yang mungkin terjadi. Untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan struktur, bracing tubular ini adalah salah satu teknik yang populer penerapannya saat membangun bangunan dan infrastruktur.

9 Teknik Bracing

Ada beberapa teknik bracing yang benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berikut adalah sembilan teknik bracing sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda dalam membangun sebuah bangunan atau konstruksi.

1. Horizontal Bracing

Melibatkan pemasangan elemen penyangga horizontal di antara tiang atau kolom rangka atap. Jenis horizontal membantu rangka atap menahan gaya lateral dan mencegah rangka atap bergeser atau rusak.

2. Diagonal Bracing

Bracing diagonal berarti memasang elemen penyangga diagonal dari sudut ke sudut atau dari tengah rangka atap ke sudut-sudutnya.

3. X-Bracing

Pola X memberikan kestabilan yang baik pada atap. Sehingga mencegah pergeseran dan deformasi yang terjadi pada area atau daerah yang menjadi target bracing.

4. Top Chord Bracing

Top chord bracing adalah teknik bracing yang terletak pada bagian atas kuda-kuda atau rangka atap. Teknik ini biasanya berguna untuk tempat dudukan atap atau reng. Dalam teknik ini, bracing ini berguna sebagai pengikat antara kerangka atas kuda-kuda.

5. Bottom Chord Bracing

Merupakan kebalikan dari top chord bracing, teknik bracing ini terletak di bagian bawah kuda-kuda. teknik bracing ini berguna dalam tempat peletakan plafon dan menahan gaya tarik yang timbul karena penarikan plafon.

6. Lateral Tie

Adalah teknik bracing yang mengurangi panjang dari gaya tekan diagonal web bracing. Umumnya bracing pada teknik ini berbentuk horizontal pipih dan berguna untuk menjaga kestabilan.

7. Roof Diaphragm Bracing

Pada teknik ini, bracing menggunakan sistem diafragma atap melalui berbagai unsur penyangga baik horizontal maupun vertikal. Sehingga bracing dapat menghubungkan seluruh unsur penyangga atap tersebut.

8. Portal Bracing

Adalah teknik bracing yang pemasangannya terletak pada area pintu masuk dan keluar. teknik ini membentuk kerangka yang mirip dengan portal untuk menambah stabilitas dan kekuatan bracing.

9. Diagonal Web Bracing

Adalah teknik bracing yang mendistribusikan beban secara merata dan memperkuat kuda-kuda rangka atap. teknik ini menghubungkan top chord dan bottom chord bracing serta meneruskan teknik lateral tie.

Cara Memasang Bracing

Pemasangan bracing yang benar sangat penting untuk memastikan efektivitasnya dalam memperkuat struktur.

Panduan umum tentang cara memasang bracing adalah sebagai berikut:

1. Perencanaan yang Teliti

Sebelum memasang bracing, lakukan perencanaan yang teliti. Tentukan lokasi yang memerlukan penahanan beban lateral berdasarkan analisis struktural.

2. Pemilihan Bahan yang Tepat

Pilih bahan material bracing yang sesuai dengan karakteristik struktur dan kebutuhan desain rumah Anda.

Anda bisa menggunakan beberapa bahan bracing yang umum digunakan, seperti baja, aluminium, beton bertulang, atau kayu.

3. Pemasangan Secara Tepat

Ikuti petunjuk dan rekomendasi dari produsen saat memasang bracing. Pastikan bracing dipasang pada sudut yang benar dan sesuai dengan spesifikasi teknik yang telah ditetapkan.

4. Pengujian dan Inspeksi

Setelah pemasangan selesai, lakukan pengujian dan inspeksi menyeluruh untuk memastikan bahwa bracing berfungsi dengan baik.

Pengujian dapat melibatkan pemberian beban uji atau pengujian non-destruktif untuk memastikan kestabilan struktur bangunan.

5. Pemeliharaan Rutin

Lakukan pemeliharaan yang rutin terhadap bracing. Periksa secara berkala apakah ada tanda-tanda kerusakan. Pemeliharaan yang rutin dapat membantu mencegah potensi kegagalan atau degradasi seiring waktu.

Itulah dia penjelasan lengkap tentang bracing beserta fungsi, bahan, dan cara memasangnya yang tepat. Bracing adalah salah satu teknik yang perlu Anda perhatikan dalam pembangunan atap rumah karena akan memengaruhi kekakuan, kekokohan, dan kestabilan rumah.

Selain teknik dan cara memasangnya, Anda juga harus mempertimbangkan bahan material yang digunakan untuk rangka atap rumah Anda.

Jika Anda mencari atap dengan kualitas terbaik dan daya tahan yang bagus, gunakan atap asbes Adimas sebagai solusi pertama dari permasalahan Anda.

Adimas, sebagai distributor asbes, menyediakan berbagai macam produk unggulan berstandar SNI, tentunya dengan harga yang terjangkau. Kunjungi website Adimas untuk informasi selengkapnya.

Rekomendasi Artikel Terkait