Basement: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Bahan Konstruksinya

Published: 16 June 2023
Author:
Daftar Isi

Anda mungkin sering mendengar istilah basement. Basement sendiri merupakan ruangan bawah tanah yang digunakan sebagai tempat berlindung dari cuaca ekstrem seperti angin tornado.

Pada artikel berikut ini, kita akan membahas tentang basement, jenis-jenis, dan jenis konstruksi bangunannya. Simak selengkapnya pada artikel berikut!

Pengertian Basement

gambar basement yang sedang proses konstruksi
Gambar Ruang Bawah Tanah (from Unsplash)

Basement atau ruang bawah tanah (rubanah) adalah bagian dari struktur bangunan yang seluruhnya atau sebagian berada di bawah tanah.

Ruang bawah tanah biasanya disebut sebagai ‘gudang bawah tanah’ pada zaman dahulu karena pada awalnya ruangan ini digunakan untuk menyimpan barang-barang yang tidak terpakai.

Sebelum adanya lemari es, ruang bawah tanah yang notabene memiliki suhu lebih dingin daripada sebagian besar bagian rumah, digunakan sebagai tempat penyimpanan makanan ataupun barang lain yang perlu disimpan dapa suhu yang rendah.

Ruang bawah tanah memiliki berbagai bentuk dan ukuran, dan karena itu, penggunaan utama rubanah juga dapat bervariasi tergantung pada jenis rubanah yang dimiliki rumah.

Fungsi Basement

Berikut beberapa fungsi dari ruang bawah tanah:

  • Tempat menyimpan makanan
  • Tempat menyimpan wine
  • Sebagai garasi rumah
  • Sebagai tempat berlindung dari cuaca ekstrem seperti badai
  • Sebagai tempat berlindung dari bahaya perang seperti bom

Jenis-Jenis Basement

gambar half basement yang difungsikan sebagai kamar tidur
Gambar Ruang Bawah Tanah yang Difungsikan sebagai Kamar Tidur (from Unsplash)

Dilansir dari situs worstroom, berikut beberapa jenis ruang bawah tanah yang bisa Anda jadikan referensi:

1. Full Basement

Full basement berada tepat di bawah rumah atau bangunan dan memiliki luas yang sama dengan struktur bangunan rumah bagian atas, yang berarti bahwa ruang bawah tanah ini memiliki ruang yang cukup luas. Langit-langit rubanah ini biasanya cukup tinggi tetapi mungkin lebih rendah daripada langit-langit rumah bagian atas.

Jenis ruang bawah tanah ini biasanya memiliki akses tangga dari lantai dasar dan penggunaanya pun bisa bervariasi, Anda dapat mengubahnya menjadi ruang keluarga, tempat berlindung dari badai, ruang kerja yang nyaman, ataupun ruang penyimpanan.

Satu-satunya kekurangan dari rubanah jenis ini adalah pembersihan dan perawatan ekstra mengingat ukurannya yang cukup luas.

Rata-rata full basement dibangun untuk tujuan kenyamanan dan fleksibilitas penggunaannya yang tidak terbatas hanya sebagai tempat berlindung.

2. Half Basement

Half basement, yang juga disebut dengan semi-basement, atau partial basement memiliki luas hanya setengah dari luas rumah atau bangunan utama, yang berarti bahwa jenis rubanah ini memiliki ukuran lebih kecil dibanding dengan full basement.

Jenis ruang bawah tanah ini jarang sekali ditemukan, namun bisa dijadikan opsi ketika Anda membutuhkan ruang penyimpanan ekstra namun tidak memiliki cukup dana untuk membangun full basement.

Rubanah berjenis “half” atau separuh ini lebih umum ditemukan di area komersial seperti kantor, bisnis laundry, dan gudang.

Ruang bawah tanah pada area komersil biasanya memiliki jendela, jadi Anda harus memberikan perhatian khusus untuk mengamankan jendela rubanah.

Namun, jenis ruang bawah ini tidak memiliki fungsi yang fleksibel seperti full basement. Sehingga, Anda tidak bisa mengubahnya menjadi ruang keluarga karena keterbatasan luas yang dimiliki oleh half basement.

3. Crawlspace

Crawlspace merupakan jenis ruang bawah tanah yang ruangannya hanya cukup digunakan dengan cara merangkak. Jenis ruang bawah tanah ini, memiliki ketinggian antara 1 dan 4,5 kaki yang berarti tidak ada ruang untuk berdiri.

Crawlspace hanya terbatas untuk satu tujuan, yaitu untuk memudahkan akses ke saluran air, dan pipa bangunan, namun beberapa orang juga menggunakannya sebagai tempat penyimpanan.

Crawlspace bisa dijadikan opsi bagi Anda yang menginginkan ruang bawah tanah namun letak bangunan Anda berada di tempat yang miring, karena Anda tidak perlu melakukan penggalian lahan yang cukup dalam.

Namun ada beberapa kelemahan crawlspace yang harus Anda ketahui sebelum membangun jenis ruang bawah tanah ini.

Crawlspace memiliki ketidakstabilan struktur dan cenderung membutuhkan perbaikan dalam jangka panjang, kemungkinan besar timbulnya jamur dan lumut serta rusaknya barang-barang yang disimpan, dan risiko akan bau, jamur, dan lumut yang kemungkinan besar bisa menyebar ke rumah utama karena “efek tumpukan”.

4. Finished Basement

Finished basement adalah jenis ruang bawah tanah yang paling diminati, dengan lantai, plafon, dan dinding yang sudah jadi, pemanas/pendingin, listrik, dan tampilan yang sama dengan ruang tamu di lantai atas.

Jika Anda mencari ruang bawah tanah yang dapat dialihfungsikan menjadi ruang keluarga, rubanah jenis “finished” inilah jawabannya.

Selain itu, kualitas finished basement yang unggul, dapat menambah nilai rumah Anda hingga 70% dilansir dari situs reinbrechthomes. Itulah sebabnya pemilik rumah sering mencari rumah yang memiliki jenis ruang bawah tanah satu ini.

5. Cellar Basement

Cellar basement merupakan jenis ruang bawah tanah yang sepenuhnya berada di bawah tanah berfungsi untuk menyimpan makanan karena suhu yang ruangan yang cenderung sejuk. Ruang bawah tanah ini biasanya lebih kecil dari rubanah lainnya serta tidak memiliki akses ke cahaya luar.

Meskipun jenis ini digunakan untuk menyimpan batu bara dan berfungsi sebagai tempat perlindungan dari badai dan perang saat perang dunia kedua, ruang bawah tanah ini sejatinya merupakan ruang penyimpanan untuk buah-buahan, sayuran, daging dingin, makanan kaleng, dan anggur.

Ruang bawah tanah jenis cellar umumnya ditemukan di daerah pedesaan, di mana ada banyak hasil pertanian yang harus disimpan.

Sekarang, ruang bawah tanah jenis cellar digunakan hanya sebagai sebuah ruangan untuk menyimpan barang. Ruang bawah tanah jenis ini biasanya dapat diakses melalui pintu masuk luar ruangan, yang dikenal sebagai pintu bilco.

6. Sub-Basement

Sub-basement adalah jenis ruang bawah tanah yang cukup serbaguna, digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari tempat penyimpanan, kolam renang, keamanan, hingga tempat parkir.

Ruang bawah tanah ini berada sepenuhnya di bawah tanah dan dapat dengan mudah diubah menjadi tempat tinggal atau tempat rekreasi.

Ruang bawah tanah ini cukup umum digunakan dalam pengaturan komersial, umumnya digunakan sebagai lahan parkir.

Biaya untuk membangun rubanah jenis “sub” ini cukup mahal karena melibatkan lebih banyak waktu, uang, dan usaha dari kontraktor.

Seluruh pondasi perlu direnovasi untuk menopang ruang dan beban sub-basement, dan jika kedalaman ruang bawah tanahnya tidak cukup dalam, maka diperlukan penggalian lebih lanjut.

Selain itu, jika tidak dibangun dengan benar, area ini rawan terhadap kerusakan air dan banjir, yang juga menjadi alasan mengapa rubanah jenis ini lebih populer di daerah beriklim kering.

Rubanah jenis “sub” ini hanya dapat diakses melalui pintu masuk dalam ruangan, karena tidak memiliki akses pintu sendiri ataupun jendela eksterior.

Jenis-Jenis Konstruksi Basement

Mengingat untuk membangun ruang bawah tanah diperlukan bahan bangunan yang kuat, berikut beberapa jenis konstruksi yang bisa dijadikan opsi saat akan membangun ruang bawah tanah:

1. Beton Cor

Dinding ruang bawah tanah yang kuat diperlukan untuk menjaga dan menahan tekanan. Karena beton lebih tahan lama daripada bahan alternatif untuk dinding basement lainnya, beton sering kali dipilih saat membangun basement. 

Pondasi dibangun dari beton cor dan diperkuat dengan batang baja untuk memperkuat struktur dan kerangka. Rubanah yang dibangun dari beton cor menjadi pilihan yang terbaik untuk menahan tekanan hidrostatik karena kedap air dan tidak memiliki celah.

2. Beton Pracetak

Meskipun kurang lazim, ruang bawah tanah yang dibangun dengan beton pracetak dapat dijadikan opsi karena sama kokohnya dengan konstruksi ruang bawah tanah dengan beton cor.

Namun penggunaan beton pracetak dapat menimbulkan masalah kelembapan jika sambungannya tidak disegel dengan baik, dan dapat mengundang serangga kecuali jika sudah diberi asam borat.

3. Cinder Blok

Salah satu solusi yang lebih ekonomis adalah membangun ruang bawah tanah dengan menggunakan cinder block.

Ukuran cinder block yang besar dan bagian dalamnya yang berongga membantu mempercepat konstruksi, tetapi bisa juga diperkuat dengan beton dan tulangan baja.

Dari segi waktu dan biaya, cinder blok jauh lebih efektif daripada bahan bangunan lainnya. Setiap gaya konstruksi ruang bawah tanah memiliki kelebihan dan kekurangan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mencari arahan dari ahli sebelum membuat keputusan terkait proyek pembangunan basement.

Pembangunan rubanah atau basement dapat Anda pertimbangkan apabila ingin membuat garasi namun tidak memiliki cukup lahan. Di sisi lain, Anda juga perlu menyiapkan bahan bangunan untuk rumah lainnya.

Adimas menyediakan Klasikplang, Solusi Lisplang GRC terbaik dengan kualitas unggulan untuk melengkapi kebutuhan rumah Anda. Konsultasikan kebutuhan Anda dengan kami, gratis!

Rekomendasi Artikel Terkait